Seorang ibu asal Jerman mulai tumbuh jenggot setelah kelahiran anaknya 28 tahun lalu. Selama ini dia selalu mencabuti rambut di dagu itu namun sekarang mulai malas dan membiarkannya tumbuh.
Situs asiaone.com melaporkan, Kamis (11/4), perempuan bernama Mariam itu terkadang memakai penutup di dagunya seolah-olah habis mengalami kecelakaan. Dalam sebuah tayangan televisi di Inggris dia mengatakan sudah mulai enggan mencabuti jenggot itu maupun menutupinya. "Setelah dicabuti kulit saya nampak kemerahan. Sudah banyak orang bertanya dan mereka tidak percaya akan semua itu," ujarnya.
Keluarga Mariam kerap mengkritik agar dia selalu mencabut bulu di dagunya itu. Pada 2008 dia pernah memanjangkan jenggotnya sekedar mengetahui bagaimana rupanya bila rambut itu tumbuh subur di dagunya.
Akhirnya setelah satu dekade hidup tanpa pasangan lantaran malu punya jenggot Mariam memutuskan memelihara rambut itu dan merasa seksi karenanya. Mariam pun ikut dalam rombongan sirkus dan punya waktu pertunjukannya sendiri. Dokter setempat mengatakan kemungkinan gen ini bisa diwarisi anak perempuan Mariam kelak. (Merdeka)
Blog ini menyajikan berita terhangat baik dari dalam negeri maupun dali luar negeri.
5 Posting Terbaru
Jumat, 12 April 2013
Mariam Perempuan Berjenggot Dari Jerman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Topik Populer Bulan ini
-
Seiring dengan semakin populernya laptop dibanding PC maka tips-tips agar laptop atau notebook semakin tahan lama menjadi sangat diperluka...
-
Bendungan & PLTA Bribin II Mendengar kata "Gunungkidul" maka yang terlintas di benak adalah kawasan pegunungan yang kering k...
-
Hasil yang mencengangkan ...... edan .... hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Berita di...
-
Entahlah ini dalam acara apa, program TV atau bukan yang jelas di acara ini ditampilkan sesi perlombaan lepas bra. Dalam video ini terliha...
-
MUNGKIN sebagian besar orangtua akan merasa putus asa apabila mempunyai seorang putri remaja seperti Sam Holt yang gemar mengonsumsi minuman...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar