Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sempat mempertimbangkan usulan atau pemikiran untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta. Terlebih, berbagai wacana tersebut sudah bermunculan di berbagai media dan menjadi pokok bahasan dalam setiap diskusi.
"Empat hingga lima tahun lalu diam-diam saya memikirkan sudah saatnya Indonesia membangun pusat pemerintahan yang baru di luar Jakarta. Waktu itu bermunculan debat dan wacana," kata SBY dalam keterangan pers di sela-sela kunjungan kerja di St. Petersburg, Rusia, Sabtu (7/9), seperti dilansir Antara.
Meski sudah menjadi berbagai perdebatan, SBY memilih diam dan tidak banyak bicara. Namun, secara diam-diam ia membentuk tim kecil untuk mempelajari wacana tersebut.
Blog ini menyajikan berita terhangat baik dari dalam negeri maupun dali luar negeri.
5 Posting Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 September 2013
Selasa, 27 Agustus 2013
5 Rencana Dahlan Jadikan Bandara di Indonesia Berkelas Dunia
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah bandara yang cukup banyak dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Namun, tidak ada satupun bandara di Indonesia yang didaulat masuk jajaran terbaik dunia. Di antara 100 bandara terbaik sedunia versi Skytrax tahun 2013, hanya tiga bandara yang berasal dari Asia Tenggara yang diberi label terbaik di dunia.
Hal itu tentu menjadi tantangan besar di tengah menggeliatnya industri jasa transportasi udara. Geliat bisnis sektor penerbangan tidak dibarengi dengan prestasi dari sisi infrastruktur pendukungnya.
Kapasitas penumpang yang sangat tinggi, menjadi sorotan utama atas kondisi bandara di Indonesia. Beberapa bandara mengalami kelebihan pelayanan penumpang. Sebut saja Bandara Soekarno-Hatta.
Hal itu tentu menjadi tantangan besar di tengah menggeliatnya industri jasa transportasi udara. Geliat bisnis sektor penerbangan tidak dibarengi dengan prestasi dari sisi infrastruktur pendukungnya.
Kapasitas penumpang yang sangat tinggi, menjadi sorotan utama atas kondisi bandara di Indonesia. Beberapa bandara mengalami kelebihan pelayanan penumpang. Sebut saja Bandara Soekarno-Hatta.
Selasa, 20 Agustus 2013
Orang AS Tak Percaya Orang Indonesia Borong Pesawat Boeing Hingga 230 Unit
Ada cerita unik saat maskapai Lion Air membeli pesawat dalam jumlah besar dari pabrikan Boeing, (AS). Ternyata warga negara Amerika dan karyawan Boeing menganggap pemilik dan CEO Lion Air Rusdi Kirana bukan Warga Negara Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang sekarang bekerja di Boeing, Gemini C. Bangun Putra. Gemini menjelaskan banyak orang Amerika yang tidak menyangka maskapai asal Indonesia mampu membeli pesawat dalam jumlah besar.
Hal ini disampaikan oleh mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang sekarang bekerja di Boeing, Gemini C. Bangun Putra. Gemini menjelaskan banyak orang Amerika yang tidak menyangka maskapai asal Indonesia mampu membeli pesawat dalam jumlah besar.
Label:
Internasional,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Selasa, Agustus 20, 2013
0
komentar
Senin, 15 Juli 2013
JET, Nama Resmi Jakarta Monorail
Proyek monorail Jakarta sudah mendapatnama resmi. Dari dua puluh nama yang lolos kualifikasi, akhirnya muncul satu nama tertinggi yang dipilih oleh masyarakat, yakni Jakarta Eco Transport Monorail disingkat JET.
"Posisi pertama dimenangkan oleh Fahrur Rozy dengan nama Jakarta Eco Transport Monorail (JET). Dengan 4.453 pemilih," kata Direktur Pengembangan Usaha Ortus Holding Limited, Banyu Biru saat pengumuman di Monas, Jakarta, Minggu, 14 Juli 2013.
Banyu menuturkan, kompetisi untuk memperebutkan nama Jakarta Monorail bukanlah sekedar proyek belaka. Ia menegaskan, ajang tersebut memiliki arti yang sangat penting bagi kota yang menjadi Ibukota Negara itu.
"Posisi pertama dimenangkan oleh Fahrur Rozy dengan nama Jakarta Eco Transport Monorail (JET). Dengan 4.453 pemilih," kata Direktur Pengembangan Usaha Ortus Holding Limited, Banyu Biru saat pengumuman di Monas, Jakarta, Minggu, 14 Juli 2013.
Banyu menuturkan, kompetisi untuk memperebutkan nama Jakarta Monorail bukanlah sekedar proyek belaka. Ia menegaskan, ajang tersebut memiliki arti yang sangat penting bagi kota yang menjadi Ibukota Negara itu.
Kamis, 11 Juli 2013
Miris, Ada Lagi Cerita Mesum di Buku Pelajaran SD
Orang tua siswa SD di Bogor, Jawa Barat, resah dengan beredarnya buku pelajaran anak mereka yang berisi kalimat berbau mesum. Buku berjudul 'Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia' untuk siswa kelas enam SD itu beredar di SDN Polisi 4 Kota Bogor.
Informasi soal buku itu dimuat dalam blog Komite SDN Polisi 4 Bogor. Seperti dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, kejanggalan terungkap setelah salah satu orang tua membagi cerita.
Seorang ibu menuturkan bahwa pada Senin malam, 8 Juli 2013 kemarin, putrinya mempertanyakan maksud yang terkandung dalam wacana buku paket pelajaran Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana halaman 55-60 itu.
Informasi soal buku itu dimuat dalam blog Komite SDN Polisi 4 Bogor. Seperti dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, kejanggalan terungkap setelah salah satu orang tua membagi cerita.
Seorang ibu menuturkan bahwa pada Senin malam, 8 Juli 2013 kemarin, putrinya mempertanyakan maksud yang terkandung dalam wacana buku paket pelajaran Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana halaman 55-60 itu.
Label:
Budaya Bangsa,
Gaya Hidup,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Kamis, Juli 11, 2013
1 komentar
Minggu, 07 Juli 2013
Garuda Indonesia Sukses Uji Coba WiFi di Boeing 777-300ER
Garuda Indonesia Airlines bersama Tim Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan uji coba penggunaan WiFi di pesawat teranyarnya Boeing 777-300ER.
Tim Kemenkominfo dipimpin oleh Gunarto selaku Kepala Sub Direktorat Penerapan Postel Direktorat Standarisasi dan Perangkat Ditjen SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika).
Uji coba tersebut dilakukan bersamaan dengan demo terbang atau joy flight pesawat tersebut dari Jakarta (yang take off pada sekitar jam 19:00 WIB tanggal 6 Juli 2013) menuju Denpasar. Turut bersama juga dalam pengujian tersebut selain tim dari manajemen Garuda Indonesia, juga dari Kementerian Perhubungan dan dari PT Telkom.
Tim Kemenkominfo dipimpin oleh Gunarto selaku Kepala Sub Direktorat Penerapan Postel Direktorat Standarisasi dan Perangkat Ditjen SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika).
![]() |
| Boeing 777-300ER Garuda Indonesia |
Uji coba tersebut dilakukan bersamaan dengan demo terbang atau joy flight pesawat tersebut dari Jakarta (yang take off pada sekitar jam 19:00 WIB tanggal 6 Juli 2013) menuju Denpasar. Turut bersama juga dalam pengujian tersebut selain tim dari manajemen Garuda Indonesia, juga dari Kementerian Perhubungan dan dari PT Telkom.
Rabu, 03 Juli 2013
5 Produk BUMN yang Siap Jadi Raja di Negeri Sendiri
Bukan rahasia lagi jika pasar dalam negeri dikuasai oleh barang-barang impor. Hampir semua barang kebutuhan masyarakat didatangkan dari negara lain.
Ancaman makin besarnya gelombang arus barang impor ke dalam negeri semakin membayangi seiring dengan makin terhubungnya ekonomi regional dan global. Perjanjian perdagangan bebas bakal menjadi pintu masuk bagi barang-barang impor untuk menguasai pasar dalam negeri.
Tidak heran jika banyak produk asing yang berbondong-bondong rela antre untuk masuk pasar Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi yang tinggi, pasar Indonesia menjadi incaran bagi setiap produk asing. terlebih kelas menengah di Indonesia, tumbuh cukup cepat.
Ancaman makin besarnya gelombang arus barang impor ke dalam negeri semakin membayangi seiring dengan makin terhubungnya ekonomi regional dan global. Perjanjian perdagangan bebas bakal menjadi pintu masuk bagi barang-barang impor untuk menguasai pasar dalam negeri.
Tidak heran jika banyak produk asing yang berbondong-bondong rela antre untuk masuk pasar Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi yang tinggi, pasar Indonesia menjadi incaran bagi setiap produk asing. terlebih kelas menengah di Indonesia, tumbuh cukup cepat.
Kamis, 20 Juni 2013
5 Tanda-tanda Jokowi Satrio Piningit Bagi Jakarta Versi Sosiolog
Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar meluncurkan buku yang berjudul 'Bang Jokowi dan Bang Ahok Bangun Jakarta Baru'. Musni mengatakan, bahwa secara tidak langsung kehadiran Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) layaknya seperti Satrio Piningit untuk kota Jakarta.
Menurut Musni, Pilgub DKI Jakarta dapat dikatakan telah memunculkan Satrio Piningit seperti yang pernah ditulis oleh budayawan Ranngawarsita di Serat Kalatida, yaitu pemimpin yang berjiwa luhur, membela kebenaran, peduli masyarakat bawah, serta mengedepankan negara dan bangsanya.
Menurut Musni, Pilgub DKI Jakarta dapat dikatakan telah memunculkan Satrio Piningit seperti yang pernah ditulis oleh budayawan Ranngawarsita di Serat Kalatida, yaitu pemimpin yang berjiwa luhur, membela kebenaran, peduli masyarakat bawah, serta mengedepankan negara dan bangsanya.
Jumat, 14 Juni 2013
Kedepan Bakal makin banyak jalan tol yang bisa dilewati motor
Wajah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sumringah melihat jalan tol Nusa Dua-Tanjung Benoa-Ngurah Rai hampir rampung. Selama ini, Dahlan salah satu yang mengkampanyekan kecanggihan jalan tol membentang sepanjang 12,7 kilometer ini. Salah satu kecanggihan jalan tol ini yang selalu dipamerkan Dahlan, sepanjang 10 kilometer jalan tol ini berdiri di atas laut.
Tidak itu saja, satu keunggulan jalan tol yang nilai investasinya mencapai Rp 2,4 triliun ini adalah bisa digunakan oleh pengendara sepeda motor.
"Di Bali karena masyarakat menginginkan sepeda motor masuk tol dan Jasa Marga juga mau. Dan kalau ada sepeda motor tingkat pengembalian investasi juga akan semakin cepat," ujar Dahlan beberapa waktu lalu.
![]() |
| Jembatan Tol Bali. ©?jasamarga |
Tidak itu saja, satu keunggulan jalan tol yang nilai investasinya mencapai Rp 2,4 triliun ini adalah bisa digunakan oleh pengendara sepeda motor.
"Di Bali karena masyarakat menginginkan sepeda motor masuk tol dan Jasa Marga juga mau. Dan kalau ada sepeda motor tingkat pengembalian investasi juga akan semakin cepat," ujar Dahlan beberapa waktu lalu.
Selasa, 23 April 2013
Kisah Pak Lelo Tangkap 27 Harimau Tanpa Senjata Difilmkan
Dua pembuat film asal Perancis dan Jepang, tertarik membuat film dokumenter tentang pawang harimau Sumatera. Mereka terbang ke Indonesia khusus memburu kisah hidup pawang harimau yang tersebar di Aceh dan Ranah Minang, Sumatera Barat.
Senin, 22 April 2013, VIVAnews berkesempatan bertemu dua pembuat film ini di Kota Padang. Mereka mengatakan, Indonesia hebat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam bisa menangkap harimau Sumatera yang menganggu masyarakat dengan cara tradisional, dengan jasa pawang harimau bisa ditangkap hidup-hidup tanpa melukainya.
"Di Jepang, kalau ada binatang buas masuk ke pemukiman, masyarakat menembaknya," ujar Gaspard Kuents, warga negara Perancis, yang akan menjadi sutradara dalam proyek film dokumenter ini.
![]() |
Harimau Sumatera tertangkap kamera pengintai di hutan Pesisir Selatan (2008) |
"Di Jepang, kalau ada binatang buas masuk ke pemukiman, masyarakat menembaknya," ujar Gaspard Kuents, warga negara Perancis, yang akan menjadi sutradara dalam proyek film dokumenter ini.
Minggu, 14 April 2013
Musibah Lion Air, Akibat Microburst-kah?
Musibah terhempasnya B737-800NG Lion Air, Sabtu (13/4) sore, di perairan tak jauh dari ujung landasan 09 Bandara Ngurah Rai, Bali, mengundang tanda-tanya. Pasalnya, pesawat masih terbilang baru dan secara teknis sangat laik terbang. Pilot juga disebutkan sehat dan layak menerbangkan pesawat. Lalu, bagaimana dengan keadaaan cuaca menjelang pendaratan? Banyak saksi menyebutkan, cuaca saat itu tengah mendung dan langit gelap. Apakah akibat cuaca buruk?
Tanpa maksud mempengaruhi investigasi kecelakaan yang tengah dilakukan KNKT, Angkasa mencatat sejumlah kecelakaan dengan indikasi cuaca hampir serupa. Di antaranya adalah jatuhnya B737-200 milik maskapai penerbangan Pakistan pada April 2012 di Bandara Islamabad, Pakistan; DC-9 USAir, Juli 1994, di Bandara Charlotte, AS; L-1011 Delta Air Lines, Agustus 1985 di Bandara Forth Worth, Dallas, AS. Kecelakaan-kecelakaan ini, telah disimpulkan, terjadi akibat fenomena cuaca ekstrem yang dikenal dengan microburst. Tanda-tanda cuaca yang biasa menyertai biasanya adalah: mendung atau berawan, serta hujan tapi tidak deras.
![]() |
| Ilustrasi Microburst |
6 Keganjilan kecelakaan Lion Air di Bali
Hingga kini penyebab pesawat Lion Air mendarat di laut dekat Bandara Ngurah Rai Bali belum diketahui secara pasti. Pihak Lion Air juga belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat yang mengangkut 101 penumpang itu.
Penyelidikan penyebab jatuh pesawat Lion Air Boeing 737 800 NG tersebut akan dilakukan oleh KNKT. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Namun hingga kini publik masih bertanya-tanya mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Ada dugaan penyebab kecelakaan karena roda pesawat tidak bisa keluar saat akan landing sehingga pilot memutuskan melakukan pendaratan di laut. Namun dugaan ini pun masih sangat sumir.
Penyelidikan penyebab jatuh pesawat Lion Air Boeing 737 800 NG tersebut akan dilakukan oleh KNKT. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Namun hingga kini publik masih bertanya-tanya mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Ada dugaan penyebab kecelakaan karena roda pesawat tidak bisa keluar saat akan landing sehingga pilot memutuskan melakukan pendaratan di laut. Namun dugaan ini pun masih sangat sumir.
Alasan SBY buat akun Twitter
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan akun Twitter resmi miliknya, dan tepat pukul 19.26 WIB, SBY berkicau untuk pertama kalinya ditemani Ani Yudhoyono dan putra-putranya di Istana Cipanas, Jawa Barat.
Di hadapan para wartawan, SBY mengungkapkan alasannya bergabung dengan membuka akun bernama @SBYudhoyono.
"Mengapa saya memutuskan bergabung dunia Twitter. Sejak mengemban tugas sebagai presiden, saya dan ibu terus menyapa dan berkomunikasi dengan saudara rakyat Indonesia," kata SBY di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/4).
Di hadapan para wartawan, SBY mengungkapkan alasannya bergabung dengan membuka akun bernama @SBYudhoyono.
"Mengapa saya memutuskan bergabung dunia Twitter. Sejak mengemban tugas sebagai presiden, saya dan ibu terus menyapa dan berkomunikasi dengan saudara rakyat Indonesia," kata SBY di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/4).
Kamis, 11 April 2013
Indonesia Akan Manfaatkan Panas Bumi Untuk Pasok Kebutuhan Listrik Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyerahkan persetujuan Amandemen Energy Sales Contract (ESC) atau Joint Operating Contract (JOC) Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Sarulla berkapasitas 3x110 MW kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Selain itu diserahkan pula Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada konsorsium Sarulla Operations Limited (SOL).
"Dulu gunung api dianggap sebagai bencana, tapi dibalik itu ada panas bumi yang terkandung di dalam tanah. 40 persen panas bumi ada di Indonesia," ujar Jero di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (11/4).
Selain itu diserahkan pula Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada konsorsium Sarulla Operations Limited (SOL).
"Dulu gunung api dianggap sebagai bencana, tapi dibalik itu ada panas bumi yang terkandung di dalam tanah. 40 persen panas bumi ada di Indonesia," ujar Jero di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (11/4).
Asal Usul Mantan Presiden Soeharto Dijuluki Bapak Pembangunan
Setelah menjadi presiden, mulai 1969 Soeharto dianggap berhasil menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Hal itu terlihat dimulainya pembangunan-pembangunan di Indonesia.
Bahkan, di tengah kesulitan dan resesi yang menerjang seluruh dunia kala itu, Indonesia malah dianggap sebagai negara kuat oleh Bank Dunia. Mampu mencapai laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata 7,6 persen per tahun.
Meski dianggap sukses memimpin Indonesia, ada juga kelompok oposisi yang mengecilkan arti dan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintahan Orde Baru kala itu. Karena itu, Ali Moertopo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan mengambil inisiatif sendiri.
Bahkan, di tengah kesulitan dan resesi yang menerjang seluruh dunia kala itu, Indonesia malah dianggap sebagai negara kuat oleh Bank Dunia. Mampu mencapai laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata 7,6 persen per tahun.
Meski dianggap sukses memimpin Indonesia, ada juga kelompok oposisi yang mengecilkan arti dan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintahan Orde Baru kala itu. Karena itu, Ali Moertopo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan mengambil inisiatif sendiri.
Rabu, 10 April 2013
Mewaspadai Ancaman Bioterorisme Dari Wabah Penyakit di Indonesia
Dunia kembali dikagetkan dengan kemunculan virus flu burung yang terjadi
di China. Bedanya, virus kali ini adalah virus flu burung jenis baru.
Menilik kembali wabah flu burung yang sempat melanda Indonesia tahun
2005, beberapa pihak menyerukan kewaspadaan terhadap bioterorisme.
Berdasarkan catatan WHO, terdapat 8 kasus flu burung di Indonesia yang berakhir dengan kematian sepanjang 2012. Sejak muncul di Indonesia tahun 2005, total ada 159 kematian dari 191 kasus flu burung. Ada dugaan bahwa penyebaran flu burung yang terjadi berkaitan dengan upaya bioterorisme.
"Di negara-negara lain terjadi (bioterorisme). Dengan perkembangan teknologi dan virus yang semakin cepat perkembangan teknologinya, menurut saya perkembangan itu semakin nyata. Di Indonesia masih kasuistis, belum menjadi fenomena yang menyeluruh," ujar Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Fadli Zon.
Berdasarkan catatan WHO, terdapat 8 kasus flu burung di Indonesia yang berakhir dengan kematian sepanjang 2012. Sejak muncul di Indonesia tahun 2005, total ada 159 kematian dari 191 kasus flu burung. Ada dugaan bahwa penyebaran flu burung yang terjadi berkaitan dengan upaya bioterorisme.
"Di negara-negara lain terjadi (bioterorisme). Dengan perkembangan teknologi dan virus yang semakin cepat perkembangan teknologinya, menurut saya perkembangan itu semakin nyata. Di Indonesia masih kasuistis, belum menjadi fenomena yang menyeluruh," ujar Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Fadli Zon.
Pengendara Motor Bawa Keranda dan Pocong Mini
Pengendara motor biasanya membawa box di belakang motornya untuk membawa berbagai jenis barang. Namun pengendara yang satu ini malah membawa keranda dan pocong berbentuk mini.
"Foto ini saya ambil di sekitar daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto ini saya ambil karena menurut saya unik, si pemilik motor yang melengkapi motornya dengan asesoris keranda dan boneka pocong di dalamnya," ujar Gagat Danang Nararyo dalam e-mail kepada redaksi.
"Foto ini saya ambil di sekitar daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto ini saya ambil karena menurut saya unik, si pemilik motor yang melengkapi motornya dengan asesoris keranda dan boneka pocong di dalamnya," ujar Gagat Danang Nararyo dalam e-mail kepada redaksi.
Jumat, 05 April 2013
Jepang Sempat Bikin Studi Pembangunan Kereta Cepat di Indonesia
http://finance.detik.com/read/2013/04/05/084422/2212137/1036/jepang-sempat-bikin-studi-pembangunan-kereta-cepat-di-indonesia?Jauh sebelumnya, pihak JICA Jepang sudah melakukan studi soal kereta cepat di Indonesia namun tak ada kabarnya lagi.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pada tahun 2008, pemerintah Jepang telah melakukan studi untuk proyek kereta cepat ini. Namun, Djoko tak menyebutkan rincian yang jelas, sampai mana studi ini dilakukan.
"Indonesia sudah ada studi yang dilakukan JICA pada tahun 2008 lalu. Namanya Argo Cahaya. Namun, Jepang itu melakukan studi tapi nggak mau bangun, kadang-kadang dia begitu," kata Djoko saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/4/2013).
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pada tahun 2008, pemerintah Jepang telah melakukan studi untuk proyek kereta cepat ini. Namun, Djoko tak menyebutkan rincian yang jelas, sampai mana studi ini dilakukan.
"Indonesia sudah ada studi yang dilakukan JICA pada tahun 2008 lalu. Namanya Argo Cahaya. Namun, Jepang itu melakukan studi tapi nggak mau bangun, kadang-kadang dia begitu," kata Djoko saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/4/2013).
Rabu, 27 Februari 2013
Indonesia ingin tiru visa diaspora India
Indonesia ingin meniru langkah India dalam mempersatukan warga negaranya di luar negeri (diaspora) lewat kartu visa khusus.
"India memiliki sistem kartu visa khusus bagi diaspora India agar leluasa keluar masuk negaranya dan mendapat perlakuan secara khusus dibanding warga asing," kata Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal pada "Lokakarya Nasional Diaspora Indonesia" di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Rabu.
Dino menyebut visa khusus ini membuat sekitar 30 juta orang India di luar negeri mudah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan apa pun kepada negaranya.
![]() |
| Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal ( ANTARA/HO-Arif) |
"India memiliki sistem kartu visa khusus bagi diaspora India agar leluasa keluar masuk negaranya dan mendapat perlakuan secara khusus dibanding warga asing," kata Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal pada "Lokakarya Nasional Diaspora Indonesia" di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Rabu.
Dino menyebut visa khusus ini membuat sekitar 30 juta orang India di luar negeri mudah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan apa pun kepada negaranya.
Label:
Internasional,
IPTEK,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Rabu, Februari 27, 2013
1 komentar
Redenominasi Rupiah, Apa Artinya bagi Kita?
Rencana untuk menyederhanakan nilai nominal rupiah kembali bergema. Bersama bank sentral, pemerintah telah meniup peluit tanda dimulainya kampanye program ini pada 23 Januari 2013 lalu, di Hotel Borobudur, Jakarta.
Penyederhanaan nominal alias redenominasi bukanlah isu baru. Tiga tahun lalu, pemerintah menggulirkan gagasan serupa, tapi kemudian melempem, setelah ditentang banyak kalangan, termasuk DPR. Namun, kali ini, rencana redenominasi agaknya berdering lebih nyaring. Selain meniup tanda dimulai sosialisasi, pemerintah juga akan segera mengajukan RUU Redenominasi kepada DPR. Setelah melalui masa transisi dan sosialisasi, diharapkan penyederhanaan nilai mata uang bisa dimulai tahun 2017 mendatang.
Persoalannya, apa arti redenominasi bagi ekonomi dan buat hidup kita sehari-hari?
Redenominasi adalah penyederhanaan nominal mata uang, tanpa mengubah nilai tukarnya. Demi kepraktisan, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah akan membuang tiga nol terakhir dalam uang rupiah kita. Jadi, pecahan Rp 10.000 ungu bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II yang kini beredar, misalnya, kelak akan ditarik, dan diganti pecahan baru dengan nominal Rp 10, tapi nilainya tetap sama. Jika uang ungu bergambar Sultan Mahmud bisa dipakai untuk membeli semangkok bakso, pecahan Rp 10 penggantinya kelak, juga dapat membeli bakso yang sama.
Jadi jelas, seperti kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo, redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan nilai uang. Nilainya tidak dipotong, yang diringkas hanya cara penulisan nominalnya saja. Singkatnya, tampilannya saja yang diubah.
Lalu kenapa tampilan itu harus diubah? Menurut Menteri Agus Martowardojo, redenominasi perlu dilakukan karena pecahan uang rupiah kita saat ini jumlah digitnya terlalu banyak, sehingga bisa menyebabkan inefisiensi. Nominal uang rupiah kita saat ini, tidak praktis.
Dalam proses input dan pelaporan data, misalnya, jumlah digit yang terlalu banyak akan merepotkan dan mengundang kesalahan. Mengetik ”Rp 10”, misalnya, tentu lebih ringkas dan lebih cepat ketimbang mengetik ”Rp 10.000”. Jika yang diketik hanya satu atau 10 data, selisihnya mungkin tidak kentara, tapi bagaimana jika ada jutaan atau miliaran entry data yang harus di-input?
Lebih Efisien
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memberi gambaran kerepotan tersebut dalam angka-angka yang lebih jelas. Menurut Darmin, nilai transaksi antarbank yang direkam bank sentral, setiap hari kini telah mencapai Rp 404 triliun. Ini melonjak hampir tiga kali lipat dari tahun 2009. ”Tiga tahun naik tiga kali lipat, bagaimana lima tahun ke depan? Itu cuma transaksi sehari, lalu berapa jumlahnya dalam setahun? Bayangkan, betapa banyak jumlah digit 0 yang ada di pencatatan di Bank Indonesia,” kata Darmin dalam acara sosialisasi redenominasi.
Itu sebabnya, Darmin menegaskan pentingnya penyederhanaan nilai nominal agar transaksi, pencatatan, dan pelaporan lebih efisien. “Dengan redenominasi, jumlah digit rupiah lebih sederhana. Penyelesaian dan pencatatan transaksi lebih singkat dan biayanya lebih murah,” katanya.
Darmin menambahkan, redenominasi penting untuk penyederhanaan pembukuan. Penulisan nilai barang dan jasa akan lebih ringkas dan sederhana, begitu juga penulisan uang. Ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran.
Jumlah digit yang kebanyakan juga merumitkan penghitungan, sehingga berpotensi menimbulkan kekeliruan, juga makan waktu. Dalam sistem transaksi nontunai, misalnya, jumlah digit yang kepanjangan bisa melampaui jumlah digit yang ditoleransi oleh infrastruktur sistem pembayaran dan sistem pencatatan.
Pengamat pasar modal dan pasar uang, Budi Frensidy, punya gambaran lebih gamblang. Angka-angka agregat ekonomi kita ditulis dalam satuan angka yang begitu besar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana pihak ketiga di perbankan, atau kapitalisasi pasar saham, misalnya, sudah ribuan triliun. Ini angka yang besar sekali, sulit dibayangkan.
Kelak, dengan perekonomian yang terus tumbuh, angka-angka ini terus membengkak menjadi ratusan ribu triliun atau jutaan triliun, sehingga kian sulit dibayangkan betapa banyak deretan nol di belakang satuan ini. Angka-angka itu juga sering kali sulit diproses oleh kalkulator finansial yang lazimnya hanya memuat 10 digit alias hanya untuk satuan belasan miliar saja. Nah, redenominasi akan menyederhanakan atau meringkas deretan panjang ini.
Agar masyarakat tidak bingung, pemerintah berjanji untuk melakukan penyederhanaan ini secara bertahap, bukan sekaligus. Jadi, pecahan Rp 10.000 tadi, misalnya, akan beredar mendampingi pecahan Rp 10 uang baru. Secara bertahap uang ungu ditarik dan pelan-pelan, digantikan uang baru. Proses ini akan berlangsung selama empat sampai enam tahun.(Berita Satu)
Penulis: Dwi Setyo Irawanto/AB
Penyederhanaan nominal alias redenominasi bukanlah isu baru. Tiga tahun lalu, pemerintah menggulirkan gagasan serupa, tapi kemudian melempem, setelah ditentang banyak kalangan, termasuk DPR. Namun, kali ini, rencana redenominasi agaknya berdering lebih nyaring. Selain meniup tanda dimulai sosialisasi, pemerintah juga akan segera mengajukan RUU Redenominasi kepada DPR. Setelah melalui masa transisi dan sosialisasi, diharapkan penyederhanaan nilai mata uang bisa dimulai tahun 2017 mendatang.
Persoalannya, apa arti redenominasi bagi ekonomi dan buat hidup kita sehari-hari?
Redenominasi adalah penyederhanaan nominal mata uang, tanpa mengubah nilai tukarnya. Demi kepraktisan, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah akan membuang tiga nol terakhir dalam uang rupiah kita. Jadi, pecahan Rp 10.000 ungu bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II yang kini beredar, misalnya, kelak akan ditarik, dan diganti pecahan baru dengan nominal Rp 10, tapi nilainya tetap sama. Jika uang ungu bergambar Sultan Mahmud bisa dipakai untuk membeli semangkok bakso, pecahan Rp 10 penggantinya kelak, juga dapat membeli bakso yang sama.
Jadi jelas, seperti kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo, redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan nilai uang. Nilainya tidak dipotong, yang diringkas hanya cara penulisan nominalnya saja. Singkatnya, tampilannya saja yang diubah.
Lalu kenapa tampilan itu harus diubah? Menurut Menteri Agus Martowardojo, redenominasi perlu dilakukan karena pecahan uang rupiah kita saat ini jumlah digitnya terlalu banyak, sehingga bisa menyebabkan inefisiensi. Nominal uang rupiah kita saat ini, tidak praktis.
Dalam proses input dan pelaporan data, misalnya, jumlah digit yang terlalu banyak akan merepotkan dan mengundang kesalahan. Mengetik ”Rp 10”, misalnya, tentu lebih ringkas dan lebih cepat ketimbang mengetik ”Rp 10.000”. Jika yang diketik hanya satu atau 10 data, selisihnya mungkin tidak kentara, tapi bagaimana jika ada jutaan atau miliaran entry data yang harus di-input?
Lebih Efisien
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memberi gambaran kerepotan tersebut dalam angka-angka yang lebih jelas. Menurut Darmin, nilai transaksi antarbank yang direkam bank sentral, setiap hari kini telah mencapai Rp 404 triliun. Ini melonjak hampir tiga kali lipat dari tahun 2009. ”Tiga tahun naik tiga kali lipat, bagaimana lima tahun ke depan? Itu cuma transaksi sehari, lalu berapa jumlahnya dalam setahun? Bayangkan, betapa banyak jumlah digit 0 yang ada di pencatatan di Bank Indonesia,” kata Darmin dalam acara sosialisasi redenominasi.
Itu sebabnya, Darmin menegaskan pentingnya penyederhanaan nilai nominal agar transaksi, pencatatan, dan pelaporan lebih efisien. “Dengan redenominasi, jumlah digit rupiah lebih sederhana. Penyelesaian dan pencatatan transaksi lebih singkat dan biayanya lebih murah,” katanya.
Darmin menambahkan, redenominasi penting untuk penyederhanaan pembukuan. Penulisan nilai barang dan jasa akan lebih ringkas dan sederhana, begitu juga penulisan uang. Ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran.
Jumlah digit yang kebanyakan juga merumitkan penghitungan, sehingga berpotensi menimbulkan kekeliruan, juga makan waktu. Dalam sistem transaksi nontunai, misalnya, jumlah digit yang kepanjangan bisa melampaui jumlah digit yang ditoleransi oleh infrastruktur sistem pembayaran dan sistem pencatatan.
Pengamat pasar modal dan pasar uang, Budi Frensidy, punya gambaran lebih gamblang. Angka-angka agregat ekonomi kita ditulis dalam satuan angka yang begitu besar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana pihak ketiga di perbankan, atau kapitalisasi pasar saham, misalnya, sudah ribuan triliun. Ini angka yang besar sekali, sulit dibayangkan.
Kelak, dengan perekonomian yang terus tumbuh, angka-angka ini terus membengkak menjadi ratusan ribu triliun atau jutaan triliun, sehingga kian sulit dibayangkan betapa banyak deretan nol di belakang satuan ini. Angka-angka itu juga sering kali sulit diproses oleh kalkulator finansial yang lazimnya hanya memuat 10 digit alias hanya untuk satuan belasan miliar saja. Nah, redenominasi akan menyederhanakan atau meringkas deretan panjang ini.
Agar masyarakat tidak bingung, pemerintah berjanji untuk melakukan penyederhanaan ini secara bertahap, bukan sekaligus. Jadi, pecahan Rp 10.000 tadi, misalnya, akan beredar mendampingi pecahan Rp 10 uang baru. Secara bertahap uang ungu ditarik dan pelan-pelan, digantikan uang baru. Proses ini akan berlangsung selama empat sampai enam tahun.(Berita Satu)
Penulis: Dwi Setyo Irawanto/AB
Langganan:
Postingan (Atom)
Topik Populer Bulan ini
-
Sebuah cahaya misteri tertangkap kamera awak pesawat yang sedang melintasi Samudera Pasifik. Cahaya itu berwarna merah oranye dan belum dike...
-
Benda terbang yang tak dikenal (UFO) selalu menampakkan diri di tempat yang tak pernah diperkirakan. Seperti halnya, seorang penduduk yang m...
-
Sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuh. Begitu juga dengan Shoko Tendo,...
-
Beberapa makanan sehat, seperti buah dan sayuran, ternyata bisa jadi tidak sehat karena hal tertentu. Apa saja? Simak selengkapnya seperti ...
-
Sejarah mencatat, Indonesia memiliki banyak pahlawan maritim. Sebut saja salah satunya Hang Tuah, seorang pahlawan dan tokoh legendaris Mela...
-
Kemarin Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji segera menertibkan topeng monyet jalanan yang selama ini dimanfaatkan orang-orang...



















