5 Posting Terbaru

Rabu, 05 Maret 2008

Arsenal dan Manchester United lolos ke perempat final


Arsenal mencetak dua gol di akhir babak kedua saat menghadapi AC Milan di San Siro sekaligus maju ke babak delapan besar Piala Champions.

Arsenal bermain bagus tapi harus menunggu hingga menit ke-84 untuk mencetak gol pertama yang disarangkan Cesc Fabregas.

Di injury time Emmanuel Adebayor menambah gol Arsenal setelah memanfaatkan umpan silang Theo Walcott.

Ketika para pemain Arsenal merayakan kemenangan, salah seorang pemain kunci Milan Paulo Maldini berjalan gontai. Ia lima kali juara dan berencana pensiun pada akhir musim ini.

Bagi Arsenal ini adalah kemenangan penting di ajang Piala Champions. Pada November 2005, Arsenal menang besar 5-1 atas Inter Milan.

Yang juga sukses maju ke babak perempat final adalah Manchester United. Di Old Trafford, Manchester United mengalahkan Lyon 1-0. Agregat United adalah 2-1 setelah di pertandingan pertama kedua tim bermain imbang 1-1.

Gol tunggal United dicetak oleh Cristiano Ronaldo di babak pertama. Kedua tim sama-sama mencoba menekan lawan tapi hingga peluit panjang berbungi skor 1-0 tetap tak berubah.

Mengikuti jejak Arsenal dan Manchester United, klub Spanyol Barcelona juga lolos setelah mengalahkan Celtic.(BBC)

Selasa, 04 Maret 2008

UEFA Champions 2008 : AC Milan vs Arsenal

MILAN, Robin van Persie bakal masuk skuad Arsenal pada leg kedua babak 16 besar Liga Champion melawan AC Milan di San Siro, Rabu (5/3) dini hari WIB. Persie yang lama tak bermain karena cedera tampak ikut berlatih bersama pemain lainnya pada Selasa malam waktu setempat.

Masuknya striker Belanda dalam lineup ditegaskan pelatih Arsenal, Arsene Wenger. "Dia tidak bermain selama lima bulan, tapi dia dapat berperan dalam pertandingan," kata Wenger di Arsenal.com.

"Dia tidak siap untuk bermain, tapi tim medik menanggung takkan ada risiko. Mungkin dia bermain dari awal, dan bermain normal, tapi itu sangat berisiko," lanjut Wenger.

Namun Wenger masih harus melupakan defender Pantai Gading Kolo Toure, dan gelandang asal Republik Ceko, Tomas Rosicky. Toure masih cedera betis, sedangkan Rosicky mengalami cedera urat lutut.

Satu pemain lagi yang pasti tak diturunkan Wenger adalah Eduardo yang harus beristirahat di rumah sakit karena mengalami patah kaki. Dia kemungkinan harus beristirahat selama enam bulan.

Wenger yang akan mengandalkan Emmanuel Adebayor di depan, mengaku tak berpikir bermain bertahan pada pertandingan nanti. Dan, katanya, dia tidak akan secara khusus mengistruksikan pemainnya untuk menjaga seorang pemain.

"Tidk, kami takkan melakukan penjagaan perseorangan. Kami malah berpikir bermain menyerang pada pertandingan nanti," kata Wenger dalam jumpa pers di San Siro.

Wenger merasa yakin timnya bisa meraih sukses di San Siro. Hasil 0-0 di Emirates Stadium tak lagi terlalu dipikirkannya. "Kamu punya tradisi bagus melawan tim Italia," kata Wenger mengomentari pertandingan nanti. (*)
Arsenal squad:
Jens LEHMANN (GK)
Abou DIABY
Bacary SAGNA
Cesc FABREGAS
Philippe SENDEROS
William GALLAS
Robin VAN PERSIE
Alexander HLEB
DENILSON
Mathieu FLAMINI
GILBERTO
Gael CLICHY
Manuel ALMUNIA (GK)
Emmanuel ADEBAYOR
Nicklas BENDTNER
Emmanuel EBOUE
Justin HOYTE
Theo WALCOTT

Atep Bergabung Dengan Persib


BANDUNG, Pemain Persija, Atep akhirnya bergabung dengan Persib. Keputusan perekrutan pria asal Bandung ini diungkapkan tim manajeman Persib, Selasa (4/3). Namun hingga sekarang belum diketahui berapa nilai transfer mantan pemain UNI ini.

Nama Atep telah disebut-sebut bakal memperkuat Maung Bandung akhir bulan lalu. Namun karena harganya yang belum cocok keputusan perekrutan mundur hingga akhirnya hari ini Atep resmi jadi milik Persib.

Sebelumnya, Atep telah mengungkapkan minatnya main di Persib dan tinggal menegosiasikan nilai kontrak. Dan, pelatih Persih, Jaya Hartono, memasukkan dalam daftar buruan pemain yang akan memperkuat Persib pada Liga Super nanti.

Sumber : TRIBUN JABAR

All England 2008 : Daftar juara ganda putra

Walau kurang dapat pemberitaan, prestasi pemain Indonesia di ganda putra sebenarnya sama bagusnya dengan di tunggal putra All England.

TjunTjun/Johan Wahyudi menjadi juara enam kali, empat kali diantaranya berturut-turut.

Prestasi itu dilanjutkan dengan Haryanto/Kartono menjadi juara di tahun 1984, satu-satunya yang berhasil di kurun waktu itu.

Di tahun 1994, pemain-pemain seperti Rudy Gunawan, Eddy Hartono, Bambang Supriyanto, Rexy Mainaky dan Ricky Subagja melanjutkan tradisi tersebut.

Kemudian generasi lebih muda seperti Candra Wijaya, Tony Gunawan, dan Halim Heryanto, serta Sigit Budiarto bermunculan untuk merebut gelar.

1947 - Tage Madsen/Poul Holm (Denmark)
1948 - Preben Dabelsteen/Børge Frederiksen (Denmark)
1949 - Ool Teik Hock/Tech Seng Khoon (Malaysia)
1950 - Jørn Skaarup/Preben Dabelsteen (Denmark)
1951 - David Ewe Choong/Eddy B. Choong (Malaysia)
1952 - David Ewe Choong/Eddy B. Choong (Malaysia)
1953 - David Ewe Choong/Eddy B. Choong (Malaysia)
1954 - Ooi Teik Hock/Ong Poh Lim (Malaysia)
1955 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1956 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1957 - J.C. Alston (USA)/'Johnnie' Heah (Malaysia)
1958 - Erland Kops/Poul Erik Nielsen (Denmark)
1959 - Lim Say Hup/Teh Kew San (Malaysia)
1960 - Finn Kobberø/Poul Erik Nielsen (Denmark)
1961 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1962 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1963 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1964 - Finn Kobberø/Jørgen Hammergaard Hansen (Denmark)
1965 - Ng Boon Bee/Tan Yee Khan (Malaysia)
1966 - Ng Boon Bee/Tan Yee Khan (Malaysia)
1967 - Henning Borch/Erland Kops (Denmark)
1968 - Henning Borch/Erland Kops (Denmark)
1969 - Henning Borch/Erland Kops (Denmark)
1970 - Tom Bacher/Poul Petersen (Denmark)
1971 - Ng Boon Bee/Punch Gunalan (Malaysia)
1972 - Christian/Ade Chandra (Indonesia)
1973 - Christian/Johan Wahjudi (Indonesia)
1974 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1975 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1976 - Bengt Frøman/Thomas Kihlstrøm (Sweden)
1977 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1978 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1979 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1980 - Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
1981 - Heryanto/Kartono (Indonesia)
1982 - Razif Sidek/Jalani Sidek (Malaysia)
1983 - Thomas Kihlstrøm/Stefan Karlsson (Sweden)
1984 - Heryanto/Kartono (Indonesia)
1985 - Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea)
1986 - Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea)
1987 - Li Yongbo/Tian Bingyi (P.R. China)
1988 - Li Yongbo/Tian Bingyi (P.R. China)
1989 - Lee Sang Bok/Park Joo Bong (Korea)
1990 - Kim Moon Soo/Park Joo Bong (Korea)
1991 - Li Yongbo/Tian Bingyi (P.R. China)
1992 - Rudy Gunawan/Eddy Hartono (Indonesia)
1993 - Jon Holst-Christensen/Thomas Lund (Denmark)
1994 - Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (Indonesia)
1995 - Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia)
1996 - Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia)
1997 - Ha Tae-Kwon/Kang Kyung-Min (Korea)
1998 - Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung (Korea)
1999 - Tony Gunawan/Chandra Wijaya (Indonesia)
2000 - Ha Tae Kwon/Kim Dong-Moon (Korea)
2001 - Tony Gunawan/Halim Heryanto (Indonesia)
2002 - Ha Tae-Kwon/Kim Dong-Moon (Korea)
2003 - Sigit Budiarto/Candra Wijaya (Indonesia)
2004 - Martin Lundgaard Hansen/Jens Eriksen (Denmark)
2005 – Fu Haifeng/Cai Yun (P.R. China)
2006 - Martin Lundgaard Hansen/Jens Erikssen (Denmark)
2007- Koo Kean Kiat/Tan Boon Heong (Malaysia)

Sumber BBC

All England 2008 Daftar juara tunggal putri


Satu-satunya pemain Indonesia yang pernah meraih gelar juara di nomor tunggal putri All England adalah Susi Susanti.

Pemain asal Tasikmalaya Jawa Barat ini empat kali menjadi juara di tahun 1990 dan 1991 dan tahun 1993-1994.

Di final pertama kali di tahun 1990, Susi mengalahkan rekan senegara, Sarwendah Kusumawardhani.

Setelah itu, para pemain putri Cina mendominasi arena, dengan menjuarai turnamen ini sejak tahun 1997.

Hanya Camilla Martin dari Denmark yang menyela dengan menjadi juara di tahun 2002.

Dalam tiga tahun sampai tahun 2007, Xie Xinfang merebut gelar, dengan antara lain mengalahkan salah satu pemain terbaik dunia dalam 10 tahun terakhir, Zhang Ning.

1947 - Marie Ussing (Denmark)
1948 - Kirsten Thorndahl (Denmark)
1949 - Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
1950 - Tonny Ahm (Denmark)
1951 - Aase Schiøtt Jacobsen (Denmark)
1952 - Tonny Ahm (Denmark)
1953 - Marie Ussing (Denmark)
1954 - Judy Devlin - later Hashman (USA)
1955 - Margaret Varner (USA)
1956 - Margaret Varner (USA)
1957 - Judy Devlin - later Hashman (USA)
1958 - Judy Devlin - later Hashman (USA)
1959 - Heather M. Ward - later Nielsen (England)
1960 - Judy Devlin - later Hashman (USA)
1961 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1962 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1963 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1964 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1965 - Ursula Smith (England)
1966 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1967 - Judy Hashman - formerly Devlin (USA)
1968 - Eva Twedberg - later Stuart (Sverige)
1969 - Hiroe Yuki (Japan)
1970 - Etsuko Takenake (Japan)
1971 - Eva Twedberg - later Stuart (Sweden)
1972 - N. Nakayama (Japan)
1973 - Margaret Beck - later Lockwood (England)
1974 - Hiroe Yuku (Japan)
1975 - Hiroe Yuki (Japan)
1976 - Gillian Gilks - later Goodwin (England)
1977 - Hiroe Yuki (Japan)
1978 - Gillian Gilks - later Goodwin (England)
1979 - Lene Køppen (Denmark)
1980 - Lene Køppen (Denmark)
1981 - Hwang Sun Ai (Korea)
1982 - Zhang Ailing (P.R. China)
1983 - Zhang Ailing (P.R. China)
1984 - Li Lingwei (P.R. China)
1985 - Han Aiping (P.R. China)
1986 - Kim Yun-Ja (Korea)
1987 - Kirsten Larsen (Denmark)
1988 - Gu Jiaming (P.R. China)
1989 - Li Lingwei (P.R. China)
1990 - Susi Susanti (Indonesia)
1991 - Susi Susanti (Indonesia)
1992 - Tang Jiuhong (P.R. China)
1993 - Susi Susanti (Indonesia)
1994 - Susi Susanti (Indonesia)
1995 - Lim Xiao Qing (Sweden)
1996 - Bang Hyun-Soo (Korea)
1997 - Ye Zhaoying (P.R. China)
1998 - Ye Zhaoying (P.R. China)
1999 - Ye Zhaoying (P.R. China)
2000 - Gong Zhichao (P.R. China)
2001 - Gong Zhichao (P.R. China)
2002 - Camilla Martin (Denmark)
2003 - Zhou Mi (P.R. China)
2004 - Gong Ruina (P.R. China)
2005 – Xie Xingfang (P.R. China)
2006 - Xie Xingfang (PR China)
2007 - Xie Xinfang (PR China)

All England 2008 : Daftar juara tunggal putra


Rudy Hartono menjadi juara delapan kali All England, dengan tujuh diantaranya terjadi berturut-turut.

Liem Swie King yang kemudian diperkirakan akan mengikuti jejak Rudy, hanya mampu menjadi juara tiga kali.

Di era 1980-2000-an, Ardy B Wiranata dan Heryanto Arbi mengikuti jejak mereka tapi persaingan yang begitu ketat terutama dari Cina, membuat pemain Indonesia tidak mampu bersaing.

1947 Conny Jepsen (Sweden) Prakash Nath (India)
1948 Jørn Skaarup (Denmark) Poul Holm (Denmark)
1949 Dave G. Freemann (USA) Oo Teck Hock (Malaysia)
1950 Wong Peng Soon (Malaysia) Poul Holm (Denmark)
1951 Wong Peng Soon (Malaysia) Ong Poh Lim (Malaysia)
1952 Wong Peng Soon (Malaysia) Eddy B. Choong (Malaysia)
1953 Eddy B. Choong (Malaysia) Ha Heah (Malaysia)
1954 Eddy B. Choong (Malaysia) D. K. Smythe (Canada)
1955 Wong Peng Soon (Malaysia) Eddy B. Choong (Malaysia)
1956 Eddy B. Choong (Malaysia) Finn Kobberø (Denmark)
1957 Eddy B. Choong (Malaysia) Erland Kops (Denmark)
1958 Erland Kops (Denmark) Finn Kobberø (Denmark)
1959 Tan Joe Hok (Indonesia) Ferry Sonneville (Indonesia)
1960 Erland Kops (Denmark) C. Wattanasin (Thailand)
1961 Erland Kops (Denmark) Finn Kobberø (Denmark)
1962 Erland Kops (Denmark) C. Wattanasin (Thailand)
1963 Erland Kops (Denmark) C. Ratana-Saeng-Sung (Thailand)
1964 Knud Aage Nielsen (Denmark) Henning Borch (Denmark)
1965 Erland Kops (Denmark) Tan Aik Huang (Malaysia)
1966 Tan Aik Huang (Malaysia) H. Akiyama (Japan)
1967 Erland Kops (Denmark) Tan Aik Huang (Malaysia)
1968 Rudy Hartono (Indonesia) Tan Aik Huang (Malaysia)
1969 Rudy Hartono (Indonesia) Darmadi (Indonesia)
1970 Rudy Hartono (Indonesia) Svend Pri (Denmark)
1971 Rudy Hartono (Indonesia) Muljadi (Indonesia)
1972 Rudy Hartono (Indonesia) Svend Pri (Denmark)
1973 Rudy Hartono (Indonesia) Christian Hadinata (Indonesia)
1974 Rudy Hartono (Indonesia) Punch Gunalan (Malaysia)
1975 Svend Pri (Denmark) Rudy Hartono ( Indonesia)
1976 Rudy Hartono (Indonesia) Liem Swie King (Indonesia)
1977 Flemming Delfs (Denmark) Liem Swie King (Indonesia)
1978 Liem Swie King (Indonesia) Rudy Hartono (Indonesia)
1979 Liem Swie King (Indonesia) Flemming Delfs (Denmark)
1980 Prakash Padukone (India) Liem Swie King (Indonesia)
1981 Liem Swie King (Indonesia) Prakash Padukone (India)
1982 Morten Frost Hansen (Denmark) Liem Swie King (Indonesia)
1983 Luan Jin (China) Morten Frost Hansen (Denmark)
1984 Morten Frost Hansen (Denmark) Liem Swie King (Indonesia)
1985 Zhao Jianhua (China) Morten Frost Hansen (Denmark)
1986 Morten Frost Hansen (Denmark) Misbun Sidek (Malaysia)
1987 Morten Frost Hansen (Denmark) Icuk Sugiarto (Indonesia)
1988 Ib Frederiksen (Denmark) Morten Frost Hansen (Denmark)
1989 Yang Yang (China) Morten Frost Hansen (Denmark)
1990 Zhao Jianhua (China) Joko Suprianto (Indonesia)
1991 Ardy B. Wiranata (Indonesia) Foo Kok Keong (Malaysia)
1992 Liu Jun (China) Zhao Jianhua (China)
1993 Hariyanto Arbi (Indonesia) Joko Suprianto (Indonesia)
1994 Hariyanto Arbi (Indonesia) Ardy B. Wiranata (Indonesia)
1995 Poul Erik Høyer (Denmark) Hariyanto Arbi (Indonesia)
1996 Poul Erik Høyer (Denmark) Rashid Sidek (Malaysia)
1997 Dong Jiong (China) Sun Jun (China)
1998 Sun Jun (China) Ong Ewe Hock (Malaysia)
1999 Peter Gade (Denmark) Taufik Hidayat (Indonesia)
2000 Xia Xuanze (China) Taufik Hidayat (Indonesia)
2001 Pulella Gopichand (India) Chen Hong (China)
2002 Chen Hong (China) Budi Santoso (Indonesia)
2003 Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia) Chen Hong (China)
2004: Lin Dan (China)
2005: Chen Hong (China
2006: Lin Dan (China)
Sumber : (BBC)

2007: Lin Dan (China)

India Luncurkan Mobil Termurah Dunia


PERUSAHAAN otomotif India Tata Motors meluncurkan mobil termurah di dunia yang dinama Tata Nano, belum lama ini. Kendaraan bermotor itu juga dijuluki Mobil Rakyat. Harganya hanya seratus ribu rupee, atau sekitar 2.500 dolar (sekitar Rp 23 juta).

Mobil empat pintu untuk lima orang ini dilengkapi dengan mesin 624cc di belakang. Mobil buatan Tata ini tidak memiliki AC atau jendela bertenaga listrik dan tanpa power. Namun, mobil ini juga akan diproduksi dalam model mewah.

Peluncuran mobil ini berlangsung sementara pasar mobil domestik India diperkirakan akan berkembang pesat dalam tahuntahun ke depan menyusul pertumbuhan ekonomi India yang pesat diiringi kemakmuran konsumen yang meningkat.

Nilai penjualan mobil di India diperkirakan meningkat empat kali lupat menjadi $145 miliar menjelang tahun 2016. Dilaporkan, mobil ini berpotensi menjadi bibit revolusi di bidang otomotif. Namun perkembangan ini membuat kalangan pembela lingkungan akan berekasi keras karena akan bertambah kepadatan lalulintas dan juga polusi.

Orang di belakangn proyek ini, Ratan Tata, mengatakan ia berharap mobil termurah di dunia itu akan membuat kehidupan lebih aman bagi keluarga-keluarga India yang saat ini masih banyak menggunakan sepeda motor, yang membuat kaki para penumpangnya berayun ke mana-mana.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Topik Populer Bulan ini