JAKARTA, JUMAT - Kijang Gunung (Muntiacus montanus), species kijang yang tidak ditemukan dalam 100 tahun terakhir dan dianggap telah punah ditemukan kembali di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera. Spesies langka tersebut ditemukan kembali oleh tim Pelestarian Harimau Sumatra (PHS) dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat dan Fauna dan Flora International (FFI).
"Pertama kali ditemukan pada 8 Agustus 2002 saat Montanus terjerat perangkap pemburu dan tim kami melepaskannya," kata Perwakilan dari FFI Indonesia, Dr J Sugardjito, di Jakarta, Jumat (10/10). Dia mengatakan spesies yang dianggap punah ini ditemukan diketinggian 2.400 meter Gunung Kerinci, sekitar 15 kilometer dari lokasi penemuan tipe specimen yang sama yang ditemukan di daerah Sungai Kring oleh Robinson dan Kloss pada tahun 1914.
Ia mengatakan saat melakukan ekspedisi tersebut Robinson dan Kloss hanya menemukan bukti tengkorak dan kulitnya saja. Bukti tersebut disimpan di Raffles Museum Singapore, tapi hilang saat evakuasi pada tahun 1942 begitu Jepang menduduki Singapura.
Untuk saat ini foto Kijang Gunung yang dimiliki oleh tim PHS dari Balai Taman Nasional Kerinci Seblat dan FFI, merupakan satu-satunya bukti di dunia bahwa spesies tersebut masih hidup di Taman Nasional Kerinci.
Sementara itu, menurut peneliti mamalia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DRB Gono Semiadi, untuk meyakinkan ahli bahwa temuan ini merupakan Kijang Gunung yang telah punah dibutuhkan waktu satu tahun untuk penelitian.
"Keyakinan sudah ada dari foto dan catatan dari buku-buku taksonomi, tetapi untuk bisa yakin 100 persen perlu ada pembanding yaitu tengkorak asli Kijang Gunung tersebut. Sayangnya yang di Singapura hilang, karena itu kami coba meminjam dari pemburu yang mungkin memilikinya," ujar dia.
Menurut dia, spesimen dari kijang yang telah punah ini didapat dari Belanda pada 1930. Sedangkan deskripsi awal dari Robinson dan Kloss bukan saja warna kulit yang lebih gelap yang berbeda dengan jenis kijang muntjak yang biasa ditemui di Sumatra, Bangka, dan Malaysia, tetapi juga tetapi ukurannya yang lebih kecil.
Foto yang dimiliki FFI tersebut telah diteliti oleh Peneliti Inggris Robert Timmins, Profesor Dr Colins Grove dari Australian National University, dan DR Gono Semiadi dari LIPI.
Blog ini menyajikan berita terhangat baik dari dalam negeri maupun dali luar negeri.
5 Posting Terbaru
Rabu, 22 Oktober 2008
Intel Pamerkan Listrik Tanpa Kabel
SAN FRANSISCO, SENIN - Pemanfaatan listrik tanpa kabel mungkin tak lama lagi digunakan pada alat-alat elektronika. Intel yang selama ini dikenal sebagai rajanya prosesor komputer telah memperkenalkan teknologi yang memungkinkan baterai ponsel atau laptop diisi ulang tanpa dicolokkan ke stok kontak.
"Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan," ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.
Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).
Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.
Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.
"Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut," ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.
"Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan," ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.
Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).
Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.
Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.
"Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut," ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.
Mesum di Warnet, Pelajar Digaruk Polisi
MADIUN,RABU-Lima pelajar digaruk polisi saat asyik menikmati film dewasa di sebuah warnet mesum di Kota Madiun.
Mereka terlalu asyik di bilik tertutup sehingga tidak menyadari ada penggerebekan. Penggerebekan itu dilancarkan tim reserse kriminal Polresta Madiun terhadap sebuah warnet di Jl Gajah Mada Kota Madiun, Senin (20/10) malam.
Keberadaan warnet itu sendiri sudah dikeluhkan warga sekitar karena diketahui menyediakan film dewasa yang gampang diakses banyak pelajar SMP dan SMA.
Saat penggerebekan, sejumlah pelanggan warnet yang sebagian besar remaja sedang asyik menonton film dewasa di bilik-bilik warnet yang cukup terlindung dari pandangan orang lain. Tak pelak, para remaja itu kelabakan begitu tahu ada penggerebekan, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika para petugas memergoki mereka menyaksikan tayangan dewasa itu. Di tempat itu juga mereka dimintai keterangan.
Saat penggerebekan, sejumlah pelanggan warnet yang sebagian besar remaja sedang asyik menonton film dewasa di bilik-bilik warnet yang cukup terlindung dari pandangan orang lain. Tak pelak, para remaja itu kelabakan begitu tahu ada penggerebekan, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika para petugas memergoki mereka menyaksikan tayangan dewasa itu. Di tempat itu juga mereka dimintai keterangan.
Satu Tersangka Teroris Tertangkap di Jakarta Utara
JAKARTA, SELASA — Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengakui bahwa satu tim dari Mabes Polri menangkap satu orang di salah satu rumah kontrakan di Jakarta Utara yang diduga terkait kasus terorisme. "Benar. Itu tim saya yang dari Jakarta Utara," kata Kapolri di Jakarta, Selasa (21/10).
Namun, ia belum dapat memberikan keterangan karena kasus itu masih dalam proses penyidikan.
Sebuah tim dari Markas Besar Kepolisian RI yang beranggotakan 20 orang personel, Selasa pagi, melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah kontrakan di Jalan Gading Sengon 7 RT05 RW14, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diduga sebagai tempat teroris.
Ketua RW 14 Abdul Wahab Jamaluddin, Selasa, mengemukakan, rumah itu ditempati Wahyu sejak satu tahun lalu, sedangkan pemilik rumah adalah Muntasir yang sekarang telah dibawa pihak kepolisian untuk diminta keterangan.
Dalam penggerebekan itu polisi menyita barang bukti berupa 21 butir peluru, 3 kg bahan peledak yang diduga jenis TNT, serta dua dokumen tentang tata cara membuat dan merakit bom. Barang-barang itu ditemukan polisi di sebuah lemari plastik yang disimpan di ruang tengah rumah.
Wahyu, si penguhuni rumah, ketika terjadi penggerebekan tidak berada di tempat. Menurut warga setempat, sosok Wahyu digambarkan sebagai orang pendiam, berperawakan pendek, dan memelihara janggut. Pekerjaannya adalah sebagai tukang pompa air.
Warga sangat terkejut atas penemuan polisi itu dan tidak menyangka di lingkungannya terdapat rumah yang diduga dijadikan sebagai tempat teroris.(kompas.com)
Black DOT (Sunspot) - Ancaman Itu Datang dari Matahari
Matahari. Sinar dan panasnya tentu begitu penting bagi kelangsungan kehidupan di muka bumi ini sepanjang masa. Namun, di balik benderangnya benda langit itu tersembunyi ”sisi gelap” yang mengganggu kondisi di bumi, yaitu bintik hitam (sunspot) yang diikuti badai dan flare.
Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.
Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk ”kaki-kaki”, yang tampak bagai bintik hitam.
Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra.
Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800ยบ Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya.
Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.
Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. Badai matahari terjadi di daerah kromosfer dan korona—berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau flare. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak.
Dampak
Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.
Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi—terutama di lintang tinggi—karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari.
Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat.
Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari.
Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi tahun 2011. Karena itu, semua pihak yang berkaitan dengan potensi dampak hendaknya mengantisipasi.
Data pemantauan bintik matahari dan flare terpantau di Pusat Pengamatan Dirgantara Lapan di Tanjungsari, Sumedang, sejak stasiun itu beroperasi 1975. Data itu dapat dimanfaatkan semua pihak yang berkepentingan. Hasilnya dikirimkan ke Bank Data di Swiss, urai Sri.
Periode dingin
Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.
Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.
Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. ”Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari,” ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600-an.
Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan— bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.
Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah.
Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari.
Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut.
Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. ”Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar,” tambahnya.
Senin (20/10), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan ”All Quiet Alert”, karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).
Pada kondisi belakangan ini, China mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin.
Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan Zaman Es Kecil.(Kompas.com)
Rabu, 15 Oktober 2008
A New Line From Apple: The Metal MacBook
CUPERTINO, Calif. — Steven P. Jobs, Apple’s chief executive, announced a new line of Apple laptop computers on Tuesday that he said were made with a new manufacturing process.
Mr. Jobs introduced new versions of the company’s MacBook Pro and MacBook portable computers that are carved from 2.5-pound blocks of aluminum.
He said that the manufacturing process would allow Apple to build more rigid and reliable products.
“We end with this remarkably precise part that now only weighs a quarter of a pound,” said Jonathan Ive, Apple’s senior vice president for design.
Ever the showman, Mr. Jobs gave his audience of about 100 reporters, analysts and bloggers in a small auditorium on Apple’s campus a tutorial on manufacturing and industrial design. At one point, he passed more than a dozen finished palm-rest frames through the audience.
“It’s not only incredibly light but it’s very, very strong,” he said. “We’ve been working superhard to build unibody enclosures for some new notebooks.”
Using blocks of aluminum as the starting point for laptop cases resolved much of the speculation among Apple enthusiasts surrounding the term “brick.”
Many of them had thought the term described an entirely new product.
In July, the company’s chief financial officer said the company would shift its business model toward lower-profit-margin products in the future.
Because Apple did not announce products with significantly lower prices, speculation is still centered on products in new categories. “This is only part of the story,” Mr. Jobs said in an interview after the news conference.
Mr. Jobs deflected questions both on the company’s financial state, saying that it would report its fiscal fourth-quarter earnings next week, and on his health. He displayed a slide showing that his blood pressure was 110 over 70, adding that questions about his health would cause his blood pressure to rise.
Since appearing gaunt and pale at a previous Apple introduction earlier this year, Mr. Jobs’s health has been the subject of intense interest. The company and Mr. Jobs have responded by saying that he has not had a recurrence of pancreatic cancer, which he battled four years ago.
Mr. Jobs looked thin Tuesday, but otherwise healthy and energetic.
Apple’s challenge, industry analysts said, remains the company’s ability to defy gravity if consumers begin to spend less on electronics.
Apple has usually been considered uniquely positioned to weather the impending crisis because its highly designed products appeal to an affluent consumer less likely to be affected by an economic downturn. But unintentionally, the company may have another advantage. A delay in refreshing its laptop product line created pent-up demand for its computers.
Apple says its computers account for 17.6 percent of the American retail market by volume and 31.3 percent by revenue.
A strong product introduction during the current quarter seems to be likely, according to a number of analysts.
On Monday, A. M. Sacconaghi, a securities analyst with Sanford C. Bernstein & Company, upgraded Apple’s stock and predicted it would outperform the market.
“Apple’s short-term financials are likely to remain relatively healthy despite economic weakness,” he said.
On Tuesday, shares of Apple rose more than $5 before falling, to end regular trading down $6.18 at $104.08. The shares were rising slightly in after-hours trading.
Despite strong retail sales, the company’s stock had been hit hard by the broader market sell-off. Apple shares dropped to as low as $88.74 last week, from $189.96 in May.
The company displayed an entry level $1,999 MacBook Pro model that comes with a glass touchpad to support a new set of finger gestures to control the computer, a 15.4-inch LED backlighted display and a range of other new features.
Apple also plans to sell a 13-inch version based on its standard MacBook line, starting at $1,299.
The new models are expected to go on sale in Apple’s retail stores on Wednesday.
Apple said a new version of its thin MacBook Air with 50 percent more storage would start at $1,799. The company reduced the price of its white plastic MacBook portable by just $100, to $999.
Mr. Jobs trumpeted Apple’s relationship with Nvidia, a maker of graphics processors. Several models of the new Macintosh computers will feature two graphics processors from Nvidia, which is also supplying the integrating chipset for the MacBook Pro and MacBook.
A new Nvidia graphics processor offers five times the graphics power of the previous Intel graphics processors in the current MacBooks, he said.
The shift is a significant one that raised questions about Apple’s relationship with Intel, which supplies the central processing unit for the Macintosh.
Recently Nvidia has been under increasing pressure as Intel has moved to integrate graphics processing into its products.
“This throws a lifeline to Nvidia,” said Nathan Brookwood, president of Insight 64, a consulting firm.
Asian markets quieter in trading
Asian stock markets have opened quietly following two days of dramatic rises.
In Japan, a day after its biggest-ever one-day gain, the Nikkei index opened down fractionally, as did shares in Australia, with Taiwan dropping 1.26%.
In New York on Tuesday, Wall Street was also slightly down at the close of trading as investors took some profits after Monday's big rises in stocks.
Earlier US President Bush announced a $250bn (£143bn) plan to purchase stakes in banks to try to restore confidence.
However, fears the global economy may not be able to avoid a recession pushed the Dow Jones index 0.82% as investors turned their attention to the worsening economic outlook.
Recession fears have seen profit-taking on Wall Street
While bank shares were largely higher because of the US Treasury rescue plan, technology stocks fell.
Traders say Wall Street is expected to be nervous in the weeks ahead because of economic worries.
Recession fears
President George W Bush said the move would help to return stability to the US banking sector and ultimately help preserve free markets.
US federal authorities will also temporarily insure most new debt issued by US banks and expand deposit insurance.
Among financial stocks, Morgan Stanley rose 21.2%, Bank of America was up 16.4%, Citigroup soared 18.2% and Wells Fargo rose 10.2%
Investors have welcomed the US government's action but fears of a recession rather than a financial meltdown have now come to dominate thinking.
Rescue plans
Earlier stock markets worldwide had risen, as investors bet that state action to strengthen the banking system would ease the credit crisis.
In Europe, Germany's Dax ended up 2.7%, while the UK's FTSE added 3.2%.
The US move follows similar steps taken by the UK and other European governments.
BBC business editor Robert Peston said the US and eurozone plans were variations on the template launched a week ago by the UK government despite reservations expressed by other leaders.
"If HM Treasury were the corporate finance department of one of those battered investment banks that are now being rescued, it would be collecting a very fat fee," he said.
Langganan:
Postingan (Atom)
Topik Populer Bulan ini
-
Sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuh. Begitu juga dengan Shoko Tendo,...
-
Sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Untuk membuat tato tersebut,...
-
Sebuah cahaya misteri tertangkap kamera awak pesawat yang sedang melintasi Samudera Pasifik. Cahaya itu berwarna merah oranye dan belum dike...
-
Benda terbang yang tak dikenal (UFO) selalu menampakkan diri di tempat yang tak pernah diperkirakan. Seperti halnya, seorang penduduk yang m...
-
Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, ...
-
Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bum...