Para punggawa klub Arsenal ternyata menyuguhkan kado spesialnya bagi para pendukung The Gunners Indonesia. Sebelum bertolak ke Jakarta, enam pemain klub raksasa London Utara itu mengenakan pakaian khas Indonesia, batik.
Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik di situs resmi Arsenal, Tomas Rosicky, Olivier Giroud, Mikel Arteta, Lukas Podolski, Per Mertesacker, dan Wojciech Szczesny mengenakan batik untuk sesi pemoretan yang istimewa. Pemoretan itu dilakukan di The Shenley Training Centre, tempat latihan Arsenal.
Blog ini menyajikan berita terhangat baik dari dalam negeri maupun dali luar negeri.
5 Posting Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Budaya Bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Bangsa. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Juli 2013
Kamis, 11 Juli 2013
Miris, Ada Lagi Cerita Mesum di Buku Pelajaran SD
Orang tua siswa SD di Bogor, Jawa Barat, resah dengan beredarnya buku pelajaran anak mereka yang berisi kalimat berbau mesum. Buku berjudul 'Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia' untuk siswa kelas enam SD itu beredar di SDN Polisi 4 Kota Bogor.
Informasi soal buku itu dimuat dalam blog Komite SDN Polisi 4 Bogor. Seperti dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, kejanggalan terungkap setelah salah satu orang tua membagi cerita.
Seorang ibu menuturkan bahwa pada Senin malam, 8 Juli 2013 kemarin, putrinya mempertanyakan maksud yang terkandung dalam wacana buku paket pelajaran Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana halaman 55-60 itu.
Informasi soal buku itu dimuat dalam blog Komite SDN Polisi 4 Bogor. Seperti dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, kejanggalan terungkap setelah salah satu orang tua membagi cerita.
Seorang ibu menuturkan bahwa pada Senin malam, 8 Juli 2013 kemarin, putrinya mempertanyakan maksud yang terkandung dalam wacana buku paket pelajaran Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana halaman 55-60 itu.
Label:
Budaya Bangsa,
Gaya Hidup,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Kamis, Juli 11, 2013
1 komentar
Rabu, 30 Januari 2013
Malaysia Dukung Bahasa Indonesia Mendunia
Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Sri Utama Rais Yatim, mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia kelima. Alasannya, bahasa Indonesia dipakai hampir 300 juta penduduk, baik di Indonesia maupun Malaysia. "Kita usulkan itu, dan secara informal saya sudah katakan pada Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Tifatul Sembiring. Dia (Tifatul) bilang usul menarik yang perlu dipelajari dan ditindaklanjuti," kata Rais, di Kuala Lumpur, Selasa (29/1).
Berbicara di hadapan sejumlah wartawan Indonesia, Rais Yatim mengatakan, jika Indonesia setuju, perlu dibuat semacam joint committee untuk mengembangkan lebih lanjut. "Malaysia tidak akan berdiri di depan, melainkan agar Indonesia yang berperan, karena pengguna bahasa Indonesia lebih banyak di Indonesia," kata Rais.
Berbicara di hadapan sejumlah wartawan Indonesia, Rais Yatim mengatakan, jika Indonesia setuju, perlu dibuat semacam joint committee untuk mengembangkan lebih lanjut. "Malaysia tidak akan berdiri di depan, melainkan agar Indonesia yang berperan, karena pengguna bahasa Indonesia lebih banyak di Indonesia," kata Rais.
Label:
Budaya Bangsa,
Internasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Rabu, Januari 30, 2013
1 komentar
Rabu, 16 Januari 2013
Menggugat Mitos Bangsa Bodoh Ciptaan Kolonialisme Barat
Penulis : Agus Sunyoto, Pengasuh di Pesantren Budaya Nusantara
Dalam Sarasehan Ahad Pagi yang bertema ‘Indonesia di tengah arus globalisasi’ dengan narasumber Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, seorang pakar sejarah sosial. Seperti lazimnya doktor lulusan luar negeri, Prof Nafaq al-Bahluli memiliki pandangan miring bersifat stigmatis terhadap orang-orang Indonesia yang dikenal sebagai pribumi pemalas, etos kerjanya rendah, lebih suka menggunakan perasaan daripada akal, suka pamer, pemikirannya diliputi takhayul, suka berangan-angan, kurang memiliki kemampuan untuk bersaing, dan agak sedikit bodoh. Itu sebabnya, menurut Prof Nafaq al-Bahluli, di era global ini orang-orang Indonesia hanya berkedudukan sebagai konsumen karena tidak mampu memproduksi komoditas apalagi mendistribusikannya.
![]() |
| foto : http://niadilova.blogdetik.com |
Untuk menunjukkan bukti ketidak-mampuan orang-orang Indonesia bersaing di era global, Prof Nafaq al-Bahluli memaparkan kemajuan bangsa Eropa di bidang IPTEK yang jauh tidak terkejar, yang pengaruhnya terlihat pada sejumlah istilah teknologi Belanda dalam bahasa Indonesia seperti: Kusir (koetsir), sopir (chauffeur), cek (check), sekop (schoppen), sepur (spoor), spon (spons), slot, grendel, engsel, radio, lampu, gelas, delman, hotel, jodium, kantoor, bank. Pos (post), bromfiets, bom, buku (boek), dok, bioskop (bioscoop), plafon, klompen, dll. “Kalau bikin alas kaki yang disebut klompen saja meniru Belanda, apa yang bisa dibikin oleh bangsa ini?” kata Prof Nafaq al-Bahluli dengan nada mengejek lalu melanjutkan,”Bagaimana bisa menyaingi USA, Jepang, Cina, Jerman, Perancis, inggris, bahkan Thailand dan Vietnam kalau bikin peniti saja tidak bisa. Peniti saja impor dari Cina.”
Rabu, 09 Januari 2013
Dari Riset Sejarah Untuk Kebangkitan Bangsa
Rasanya Aneh dan tidak masuk akal, upaya Viddy dan Sufyan yang ingin mengangkat nama Gajah Mada sebagai tokoh sejarah kelahiran Modo, Lamongan, justru dijegal dan tidak dihargai oleh oknum-oknum pejabat Pemkab Lamongan itu sendiri. Padahal di Malaka, Malaysia, Gubernurnya alias Menteri Besarnya mengeluarkan biaya jutaan ringgit (setara milyaran rupiah) untuk menghargai para peneliti sejarah yang mengangkat tokoh sejarah Hang Tuah.
Dua peneliti situs-situs Nusantara, Viddy Ad Daery dan Sufyan Al-Jawi dari Lembaga Yamasta, ditawari kerjasama sinergi dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran,Lamongan, untuk bekerjasama menjayakan kemajuan harkat dan martabat bangsa yang sedang terpuruk, antara lain membentuk Ludruk Gajah Mada.
Ki Semar Suwito, Manager Program Siaran Persada TV milik Pesantren Sunan Drajat menyarankan agar Viddy dan Sufyan banyak bekerjasama dengan Pondok Sunan Drajat, kalau memang upaya mereka selalu dijegal oleh oknum-oknum Disbudpar Kabupaten Lamongan.
Dua peneliti situs-situs Nusantara, Viddy Ad Daery dan Sufyan Al-Jawi dari Lembaga Yamasta, ditawari kerjasama sinergi dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran,Lamongan, untuk bekerjasama menjayakan kemajuan harkat dan martabat bangsa yang sedang terpuruk, antara lain membentuk Ludruk Gajah Mada.
Ki Semar Suwito, Manager Program Siaran Persada TV milik Pesantren Sunan Drajat menyarankan agar Viddy dan Sufyan banyak bekerjasama dengan Pondok Sunan Drajat, kalau memang upaya mereka selalu dijegal oleh oknum-oknum Disbudpar Kabupaten Lamongan.
Konspirasi Sejarah Dan Arkeologi Indonesia
Isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, dalam pengamatan saya mengemuka dalam tiga tahun terakhir ini. Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial, "Atlantis itu Indonesia" (Arysio Santos, 2009) dan "Eden in the East" (Stephen Oppenheimer, 2010). Saya berandai-berandai, bila kedua buku itu tidak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, mungkin isu kejatidirian bangsa tak mengemuka serius sekarang, meskipun Soekarno sudah meneriakkan soal jati diri bangsa lebih dari 50 tahun yang lalu.
Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seorang tokoh politik terkenal ketika saya diundang membedah buku Atlantis oleh penerbitnya. Sayangnya, hampir tak ada buku-buku ikutan itu ditulis dengan riset mendalam, hanyalah memanfaatkan isu.
Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seorang tokoh politik terkenal ketika saya diundang membedah buku Atlantis oleh penerbitnya. Sayangnya, hampir tak ada buku-buku ikutan itu ditulis dengan riset mendalam, hanyalah memanfaatkan isu.
Label:
Budaya Bangsa,
Misteri,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Rabu, Januari 09, 2013
0
komentar
Sabtu, 05 Januari 2013
Ruatan Mobil listrik "Ferrari" - Ketika Teknologi Bertemu Dengan Budaya Bangsa
Menteri BUMN Dahlan Iskan akan melakukan upacara selamatan terhadap mobil listriknya "Ferrari" Tucuxi meskipun mendapat kecaman dari penciptanya Danet Suryatama.
"Acara yang disebut Murwat Kolo itu agar mobil Tucuxi terhindar dari segala bahaya, bala, dan fitnah dari mana pun," kata kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, di Jakarta, Jumat.
Rencananya ruwat akan dilakukan di Solo pada hari Sabtu (5/1) dalam sebuah upacara mandi kembang yang akan dilakukan dalang terkenal Ki Manteb Sudarsono.
Dijelaskan, ruwatan akan dilaksanakan tepat pada pukul 13.00 WIB lewat 11 menit, karena menurut hitungan Tahun Soko merupakan saat yang paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.
"Selesai Murwat Kolo, Dahlan Iskan akan mengendarai mobilnya menuju Surabaya melewati rute Tawangmangu, wilayah sejuk dan nyaman dengan ketinggian sekitar 1.305 meter di atas permukaan laut," kata Faisal.
"Acara yang disebut Murwat Kolo itu agar mobil Tucuxi terhindar dari segala bahaya, bala, dan fitnah dari mana pun," kata kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, di Jakarta, Jumat.
Rencananya ruwat akan dilakukan di Solo pada hari Sabtu (5/1) dalam sebuah upacara mandi kembang yang akan dilakukan dalang terkenal Ki Manteb Sudarsono.
Dijelaskan, ruwatan akan dilaksanakan tepat pada pukul 13.00 WIB lewat 11 menit, karena menurut hitungan Tahun Soko merupakan saat yang paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.
"Selesai Murwat Kolo, Dahlan Iskan akan mengendarai mobilnya menuju Surabaya melewati rute Tawangmangu, wilayah sejuk dan nyaman dengan ketinggian sekitar 1.305 meter di atas permukaan laut," kata Faisal.
Jumat, 21 Desember 2012
Lemari Besi Kerajaan Sri Indapura Riau Menanti Juru Pembukanya
Lemari besi umumnya digunakan untuk menyimpan harta berharga para pemiliknya. Namun, ternyata ada sebuah lemari besi milik kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau, yang tidak pernah bisa dibuka hingga saat ini.
Pantauan detikcom di istana Kerajaan Siak Sri Indrapura, kabupaten Siak, Riau, Jumat (9/11/2012), sebuah istana berwarna kuning gading yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka.
Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka.
Pantauan detikcom di istana Kerajaan Siak Sri Indrapura, kabupaten Siak, Riau, Jumat (9/11/2012), sebuah istana berwarna kuning gading yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka.
Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka.
Label:
Budaya Bangsa,
Misteri,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Jumat, Desember 21, 2012
0
komentar
Minggu, 16 Desember 2012
350 Ahli Sejarah Dunia Berkumpul di Solo Ikuti Konferensi IAHA ke-22
Tidak kurang dari 350 ahli sejarah dari 25 negara malam ini berkumpul di Solo. Mereka mengikuti International Association of Historians of Asia (IAHA) ke-22 pada 3-6 Juli 2012. Berbagai tema dan isu akan dibahas bersama, termasuk diantaranya adalah kupasan sejarah tentang klaim perbatasan sebuah negara hingga soal sejarah kesehatan.
Acara pembukaan dilakukan di Sasono Hondrowino Keraton Surakarta, Senin (2/7/2012), malam. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muslihar Kasim.
Dalam sambutan pembukannya, Muslihar menegaskan kajian-kajian sejarah akan memberikan kontribusi penting dan akan menjadi rujukan dan panduanbagi perkembangan peradaban di Asia yang semakin maju seiring perkembangan teknologi. Diharapkan ide-ide dan penemuan-penemuan baru di bidang ilmu budaya, termasuk ilmu sejarah akan mampu mengimbangi kemajuan teknologi.
Acara pembukaan dilakukan di Sasono Hondrowino Keraton Surakarta, Senin (2/7/2012), malam. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muslihar Kasim.
Dalam sambutan pembukannya, Muslihar menegaskan kajian-kajian sejarah akan memberikan kontribusi penting dan akan menjadi rujukan dan panduanbagi perkembangan peradaban di Asia yang semakin maju seiring perkembangan teknologi. Diharapkan ide-ide dan penemuan-penemuan baru di bidang ilmu budaya, termasuk ilmu sejarah akan mampu mengimbangi kemajuan teknologi.
Label:
Budaya Bangsa,
Internasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Minggu, Desember 16, 2012
0
komentar
Sabtu, 15 Desember 2012
Kopi Kegemaran Sufi, Melalui Islam Menyebar ke Seluruh Dunia
Kaum Muslim memainkan peran penting dalam mentransfer ide-ide baru terkait sains dan teknologi, juga berbagai aspek kehidupan lain, seperti seni, sastra, hingga kuliner. Tradisi minum kopi, misalnya, juga berasal dari dunia Islam.
Sebuah manuskrip tentang budaya Muslim di abad ke-15 menyebutkan, kopi mulai dikenal dalam budaya umat Islam pada sekitar tahun 1400. Kopi itu dibawa masyarakat Yaman dari Ethiopia. Orang Afrika, terutama Ethiopia, telah mengenal kopi sejak tahun 800 SM. Saat itu, mereka mengonsumsi kopi yang dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.
Sumber lain, yakni kesaksian dari ilmuwan Muslim terkemuka, Al-Razi dan Ibnu Sina, menyatakan kopi telah dikenal di kalangan umat Islam pada awal abad ke-10. Minuman ini pertama kali dinikmati dan dibudidayakan oleh masyarakat Yaman. Mereka menyebut minuman kopi sebagai al-Qahwa. Konon, peminum pertama kopi adalah kaum sufi yang menggunakannya sebagai stimulan agar tetap terjaga selama berzikir pada malam hari.
Sebuah manuskrip tentang budaya Muslim di abad ke-15 menyebutkan, kopi mulai dikenal dalam budaya umat Islam pada sekitar tahun 1400. Kopi itu dibawa masyarakat Yaman dari Ethiopia. Orang Afrika, terutama Ethiopia, telah mengenal kopi sejak tahun 800 SM. Saat itu, mereka mengonsumsi kopi yang dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.
Sumber lain, yakni kesaksian dari ilmuwan Muslim terkemuka, Al-Razi dan Ibnu Sina, menyatakan kopi telah dikenal di kalangan umat Islam pada awal abad ke-10. Minuman ini pertama kali dinikmati dan dibudidayakan oleh masyarakat Yaman. Mereka menyebut minuman kopi sebagai al-Qahwa. Konon, peminum pertama kopi adalah kaum sufi yang menggunakannya sebagai stimulan agar tetap terjaga selama berzikir pada malam hari.
Minggu, 18 November 2012
Anak Muda Kini Mulai Menyukai Keris
Mari singkirkan sejenak cerita keris sebagai benda pusaka yang identik dengan mitos dan tuah, serta hanya digemari segelintir orang tua. Mari kita gali cerita anak-anak muda yang tertarik dan mulai hobi mengoleksi keris.
Tersebutlah Unggul Sudrajat, kelahiran Yogyakarta, 6 Agustus 1987. Sejak kecil keris telah lekat dengan kesehariannya. Kebetulan orang tua dan kakeknya penggemar benda pusaka tersebut. “Orang tua punya hobi dengan keris,” kata Unggul kepada Tempo, Kamis lalu.
Hanya, kata Unggul, orang tua dan kakeknya menikmati keris sebatas sisi mistisnya. Sedangkan Unggul lebih tertarik mencari sisi rasional dari keris. Ia pun mencari tahu banyak tentang seluk-beluk keris, mulai sisi historis, antropologis, hingga sosiologisnya.
Tersebutlah Unggul Sudrajat, kelahiran Yogyakarta, 6 Agustus 1987. Sejak kecil keris telah lekat dengan kesehariannya. Kebetulan orang tua dan kakeknya penggemar benda pusaka tersebut. “Orang tua punya hobi dengan keris,” kata Unggul kepada Tempo, Kamis lalu.
Hanya, kata Unggul, orang tua dan kakeknya menikmati keris sebatas sisi mistisnya. Sedangkan Unggul lebih tertarik mencari sisi rasional dari keris. Ia pun mencari tahu banyak tentang seluk-beluk keris, mulai sisi historis, antropologis, hingga sosiologisnya.
Label:
Budaya Bangsa,
Karya Seni
Diposting oleh
strategi-militer
di
Minggu, November 18, 2012
0
komentar
Sabtu, 17 November 2012
Logitech Luncurkan “Mouse” Bertema Budaya Indonesia
Bertepatan dengan momen-momen kebangsaan Republik Indonesia yakni Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 17 Agustus, Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Hari Pahlawan 10 November, Logitech melibatkan pelanggannya untuk berpartisipasi dalam menciptakan desain corak atau ornamentasi untuk produk mouse Logitech bertema budaya Indonesia.
Ajang kreativitas yang diumumkan melalui akun media sosial Logitech Indonesia tersebut telah menarik minat ratusan partisipan dengan karya-karya kreatifnya.
“Logitech dengan produk-produknya yang beragam dan mendukung aktivitas penggunanya sehari-hari telah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak terpisahkan lagi. Sebagai atribut keseharian penggunanya, bentuk dan tampilan yang memikat menjadi sesuatu yang penting dalam mendukung aktualiasasi diri penggunanya,” tutur Kurniadih Sutanto, Country Manager Logitech Indonesia kepada LICOM, Jumat (16/11/2012).
![]() |
| Mouse terbaru yang dirilis Logitech (Foto: Rudi) |
Ajang kreativitas yang diumumkan melalui akun media sosial Logitech Indonesia tersebut telah menarik minat ratusan partisipan dengan karya-karya kreatifnya.
“Logitech dengan produk-produknya yang beragam dan mendukung aktivitas penggunanya sehari-hari telah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak terpisahkan lagi. Sebagai atribut keseharian penggunanya, bentuk dan tampilan yang memikat menjadi sesuatu yang penting dalam mendukung aktualiasasi diri penggunanya,” tutur Kurniadih Sutanto, Country Manager Logitech Indonesia kepada LICOM, Jumat (16/11/2012).
Label:
Budaya Bangsa,
IPTEK,
Karya Seni
Diposting oleh
strategi-militer
di
Sabtu, November 17, 2012
0
komentar
Selasa, 13 November 2012
Mengungkap asal usul Patih Gajah Mada yang misterius
Keberadaan dan asal-usul pahlawan yang kondang dengan Sumpah Palapa ini masih menjadi misteri bagi semua orang. Bahkan para ahli sejarah pun belum menemukan kata sepakat dimana dia dilahirkan. Dimana dia dibesarkan sampai bagaimana sosok Patih Gajah Mada menghabiskan masa tuanya sampai saat ini menjadi tanda tanya besar. Serta menjadi teka-teki sejarah yang belum terpecahkan.
Ada bahasan menarik yang disampaikan oleh sastrawan Anuf Chafiddi atau sering dipanggil Viddy AD Daery dalam makalahnya dalam Seminar Sesi II tentang Kontroversi Gajah Mada dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah di Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng Senin (29/10).
Secara tegas dirinya memberikan judul dalam makalahnya; "Foklor Mengenai Gajah Mada Lahir di Modo, Lamongan" yang artinya menyatakan dirinya yakin bahwa Gajah Mada dilahirkan, besar dan mati di Lamongan, Jatim.
![]() |
| foto : situs-lakalaka.blogspot.com |
Ada bahasan menarik yang disampaikan oleh sastrawan Anuf Chafiddi atau sering dipanggil Viddy AD Daery dalam makalahnya dalam Seminar Sesi II tentang Kontroversi Gajah Mada dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah di Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng Senin (29/10).
Secara tegas dirinya memberikan judul dalam makalahnya; "Foklor Mengenai Gajah Mada Lahir di Modo, Lamongan" yang artinya menyatakan dirinya yakin bahwa Gajah Mada dilahirkan, besar dan mati di Lamongan, Jatim.
Label:
Budaya Bangsa,
Misteri
Diposting oleh
strategi-militer
di
Selasa, November 13, 2012
1 komentar
Senin, 12 November 2012
Indonesia Masa Kini merupakan Masa Depan Majapahit
Gambaran Indonesia masa kini memiliki bukti dan kaitan erat dengan masa depan Majapahit sebagai sebuah peradaban besar berusia 300 tahun dari abad ke-12 hingga 15.
Artinya, gambaran Indonesia masa kini bisa diacu sebagai bentuk dari peradaban Majapahit pada zamannya, sebagai peradaban dengan keunggulan pencapaian budaya di satu pihak, tetapi juga dengan kepahitan gambaran tragis suksesi, perubahan politik, penaklukan, dan perang hegemoni.
Demikian antara lain yang disampaikan sejarawan arkeolog Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang, Deni Yudo Wahyudi, dalam seminar bertema "Memperingati Delapan Abad Kerajaan Majapahit", pekan lalu. Hadir juga Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Prof Dr Agus Aris Munandar dan Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada Timbul Haryono.
Artinya, gambaran Indonesia masa kini bisa diacu sebagai bentuk dari peradaban Majapahit pada zamannya, sebagai peradaban dengan keunggulan pencapaian budaya di satu pihak, tetapi juga dengan kepahitan gambaran tragis suksesi, perubahan politik, penaklukan, dan perang hegemoni.
Demikian antara lain yang disampaikan sejarawan arkeolog Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang, Deni Yudo Wahyudi, dalam seminar bertema "Memperingati Delapan Abad Kerajaan Majapahit", pekan lalu. Hadir juga Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Prof Dr Agus Aris Munandar dan Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada Timbul Haryono.
Label:
Budaya Bangsa,
Misteri
Diposting oleh
strategi-militer
di
Senin, November 12, 2012
0
komentar
Rabu, 24 Oktober 2012
Pejabat Majapahit banyak yang memeluk beragama Islam
Situs Tralaya merupakan sebuah komplek pemakaman Islam yang berada di pusat lokasi peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Ciri khas keislaman situs tersebut ditunjukkan dengan adanya tulisan Arab di beberapa nisannya yang berupa kalimat tauhid, ayat-ayat Al-Qur'an maupun doa-doa khas Islam. Situs ini ditemukan dan dikenal sejak abad XIX, dan diakui sebagai salah satu bukti eksistensi penganut agama Islam di zaman Majapahit.
Tidak hanya itu, orang-orang yang dimakamkan di tralaya tersebut diyakini sebagai para pejabat istana Majapahit. Hal itu dibuktikan dengan letaknya yang berdekatan dengan lokasi yang diduga sebagai pusat kerajaan Majapahit. Di samping itu, pada nisan-nisan Tralaya dipahatkan Surya Majapahit, yang disebut-sebut sebagai lambang dinasti Majapahit. Hal tersebut sangat memungkinkan, mengingat lambang dinasti kerajaan tidak boleh sembarangan digunakan oleh penduduk biasa. Angka tahun yang tertera pada nisan-nisan tersebut, yaitu 1368 hingga 1611, juga menjadi pendukung kuat dugaan tersebut bahwa sebagian mereka hidup di masa keemasan Majapahit.
![]() |
| Makam di lokasi peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur |
Tidak hanya itu, orang-orang yang dimakamkan di tralaya tersebut diyakini sebagai para pejabat istana Majapahit. Hal itu dibuktikan dengan letaknya yang berdekatan dengan lokasi yang diduga sebagai pusat kerajaan Majapahit. Di samping itu, pada nisan-nisan Tralaya dipahatkan Surya Majapahit, yang disebut-sebut sebagai lambang dinasti Majapahit. Hal tersebut sangat memungkinkan, mengingat lambang dinasti kerajaan tidak boleh sembarangan digunakan oleh penduduk biasa. Angka tahun yang tertera pada nisan-nisan tersebut, yaitu 1368 hingga 1611, juga menjadi pendukung kuat dugaan tersebut bahwa sebagian mereka hidup di masa keemasan Majapahit.
Senin, 08 Oktober 2012
Uniknya Tarian Sisemba, Tradisi Adu Kaki di Tana Toraja
Tarian ini bermakna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang berlimpah. Dalam tarian ini, warga yang merasa terhibur memberikan uang (sawer) sebagai tanda kegembiraan dan terimah kasih. sementara itu, sebagian warga menggelar tradisi ma’lambuk atau menumbuk padi. Dalam tradisi ini, kaum pria memukul lesung dengan irama tinggi, diikuti gerakan menyerupai tarian serta teriakan khas Toraja. Warga setempat meyakini, jika irama ketukan lesung dapat mengusir hama padi. Semakin tinggi irama ketukan, maka semakin banyak hama yang diusir.
Dan, yang paling unik adalah tradisi aksi adu kaki “sisemba” atau baku tendang, yang lebih terlihat seperti tawuran massal.Pasalnya, warga dari kampung tetangga, saling berhadap hadapan untuk melumpuhkan, dengan cara beradu kaki “tendang” secara massal. Bagi peserta yang jatuh, maka lawan tidak lagi diperbolehkan menyerang. Ada cara yang digunakan agar tidak mudah jatuh, mereka saling berpegangan tangan sambil menyerang dengan tendangan kaki.
Tak heran jika banyak warga yang mengalami cedera, mulai dari keseleo hingga luka terbuka akibat kerasnya tendangan lawan. Namun, jika ada peserta yang sudah dianggap terlalu kasar, maka para tokoh adat segera memisahkan mereka. walaupun terlihat kasar dan keras, namun warga yang saling tendang di lapangan bebas, tidaklah membawa dendam hingga keluar arena. Usai "sisemba", mereka bubar dan kembali akrab.
![]() |
| Tarian Sisemba (all foto : zeus/ Viva Forum) |
Dan, yang paling unik adalah tradisi aksi adu kaki “sisemba” atau baku tendang, yang lebih terlihat seperti tawuran massal.Pasalnya, warga dari kampung tetangga, saling berhadap hadapan untuk melumpuhkan, dengan cara beradu kaki “tendang” secara massal. Bagi peserta yang jatuh, maka lawan tidak lagi diperbolehkan menyerang. Ada cara yang digunakan agar tidak mudah jatuh, mereka saling berpegangan tangan sambil menyerang dengan tendangan kaki.
Tak heran jika banyak warga yang mengalami cedera, mulai dari keseleo hingga luka terbuka akibat kerasnya tendangan lawan. Namun, jika ada peserta yang sudah dianggap terlalu kasar, maka para tokoh adat segera memisahkan mereka. walaupun terlihat kasar dan keras, namun warga yang saling tendang di lapangan bebas, tidaklah membawa dendam hingga keluar arena. Usai "sisemba", mereka bubar dan kembali akrab.
Label:
Aya-aya Wae,
Budaya Bangsa,
Wisata
Diposting oleh
strategi-militer
di
Senin, Oktober 08, 2012
0
komentar
Rabu, 26 September 2012
Suku Cia-Cia, Suku Asli Indonesia yang Menggunakan Tulisan Korea Sejak 1443
Ternyata tidak semua penduduk Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai sarana tulis menulis. Suku di pedalaman Buton, Sulawesi Selatan, Cia-cia misalnya.
Suku Cia-cia yang berada di Kepulauan Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara ini memang telah lama menggunakan tulisan Korea atau Hangeul ketika mereka menulis dan membaca.
Suku Cia-cia sebenarnya bisa berbahasa dalam Bahasa Indonesia. Namun awalnya mereka buta huruf sehingga tidak bisa menulis.
Huruf Hangeul yang memiliki 24 karakter diperkenalkan oleh King Sejong pada tahun 1443 untuk menggantikan karakter huruf China di Korea.
Fakta ini menjadi berita besar baik bagi orang Korea sendiri, maupun oleh warga Asia, maupun dunia.
![]() |
| Img : indocropcircles.wordpress.com |
Suku Cia-cia yang berada di Kepulauan Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara ini memang telah lama menggunakan tulisan Korea atau Hangeul ketika mereka menulis dan membaca.
Suku Cia-cia sebenarnya bisa berbahasa dalam Bahasa Indonesia. Namun awalnya mereka buta huruf sehingga tidak bisa menulis.
Huruf Hangeul yang memiliki 24 karakter diperkenalkan oleh King Sejong pada tahun 1443 untuk menggantikan karakter huruf China di Korea.
Fakta ini menjadi berita besar baik bagi orang Korea sendiri, maupun oleh warga Asia, maupun dunia.
Label:
Budaya Bangsa,
Internasional,
Misteri,
Nasional
Diposting oleh
strategi-militer
di
Rabu, September 26, 2012
1 komentar
Jumat, 24 Agustus 2012
Sejarah Berdirinya Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M.
Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid.
Rabu, 22 Agustus 2012
Celana Dalam Emas Penangkal Selingkuh Wanita Zaman Kerajaan
Celana dalam dari lempengan emas ini mirip dengan cupeng dan badong, atau jempang di Aceh, yang merupakan penutup kemaluan wanita dan dikenakan sehari-hari untuk gadis-gadis muda dari kalangan bangsawan.
Artefak peninggalan bangsawan Maluku Tenggara tersebut adalah peninggalan masa lalu yang salah satu fungsinya untuk penangkal perselingkuhan. Jadi, selain sebagai benda budaya, juga menunjukkan bahwa kaum wanita sudah mendapat perhatian khusus sejak lama.
Cupeng, badong, dan jempang, ketiganya kini menjadi koleksi dan berada di Museum Nasional Jakarta, ketiganya juga terbuat dari emas.
Label:
Aya-aya Wae,
Budaya Bangsa
Diposting oleh
strategi-militer
di
Rabu, Agustus 22, 2012
0
komentar
Kamis, 09 Agustus 2012
Tradisi Unik Menyambut Ramadhan Di Berbagai Belahan Dunia
Berbagai macam cara dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Berbagai macam ritual dan tradisi Ramadhan unik pun dilakukan. Diantaranya mandi untuk mensucikan diri, menziarahi makam kerabat serta leluhur sampai tradisi memukul bedug. Namun ternyata bukan hanya Indonesia yang memiliki tradisi menyambut datangnya bulan puasa, beberapa negara lainnya juga memiliki tradisi unik yang hanya berlangsung saat Ramadhan akan tiba.
Jepang
Dalam menyambut datangnya bulan puasa, umat Muslim Jepang akan saling berbagi kebahagiaan dengan saudaranya sesama Muslim. Islamic Centre Jepang misalnya, telah membentuk semacam panitia Ramadhan yang bertugas menyusun kegiatan selama bulan puasa, mulai dari dialog keagamaan, majelis taklim, shalat tarawih berjamaah, penerbitan buku-buku keislaman dan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa. Panitia juga menerbitkan jadwal puasa dan mendistribusikannya ke rumah-rumah keluarga Muslim maupun ke Masjid-Masjid. Jadwal puasa ini juga dibagikan ke restoran-restoran halal di seantero Jepang. Panitia ini mulai bekerja ketika telah muncul hilal dan berakhir pada saat Idul Fitri. Jika tidak nampak hilal tanda awal puasa dimulai, maka panitia mengikuti ketetapan hilal Malaysia, negara Muslim terdekat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Topik Populer Bulan ini
-
Sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuh. Begitu juga dengan Shoko Tendo,...
-
Sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, Yakuza identik dengan tubuh yang dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Untuk membuat tato tersebut,...
-
Sebuah cahaya misteri tertangkap kamera awak pesawat yang sedang melintasi Samudera Pasifik. Cahaya itu berwarna merah oranye dan belum dike...
-
Benda terbang yang tak dikenal (UFO) selalu menampakkan diri di tempat yang tak pernah diperkirakan. Seperti halnya, seorang penduduk yang m...
-
Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, ...
-
Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bum...

















