5 Posting Terbaru

Senin, 10 Maret 2008


Link Sahabat :















UEFA Champions 2008 : Jelang Inter vs Liverpool

Liverpool - Menang 2-0 dari Inter Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions bikin Liverpool di atas angin. Saat bertamu ke San Siro, mereka pun hanya akan bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Mencetak dua gol tanpa balas di Anfield pada pertemuan pertama, The Reds saat ini lebih diunggulkan daripada Inter untuk maju ke babak perempatfinal.

Dalam leg kedua, Rabu (12/3/2008) dinihari WIB, Fernando Torres cs tetap akan menyusul tiga klub Inggris lainnya yang sudah terlebih dulu lolos, kalaupun mengalami kekalahan 0-1, atau bahkan 1-3 dari Nerazzuri. Percaya diri? Jelas.

Apalagi tim besutan Rafael Benitez tersebut juga mendapat suntikan moral tambahan usai menang besar 3-0 atas Newcastle United di ajang Premiership pekan lalu, untuk kembali bercokol di posisi empat klasemen.

"Sekarang kami bisa menatap laga lawan Inter Milan dengan kepercayaan diri. Ini adalah pertandingan penting buat kami, dan kami harus menjaga performa ini terus berjalan," tukas Torres seperti dilansir Goal, Senin (10/3/2008).

"Kami yakin bisa (memastikan) lolos di San Siro. Kami membuat kemenangan luar biasa atas Inter di Anfield, dan kami tahu kalau kami bisa mencetak gol di Milan nanti, itu akan membuat mereka sangat kepayahan, karena sekarang sudah tertinggal 2-0. Mereka adalah salah satu tim terhebat di Eropa, tapi kami percaya diri," lanjut Torres.

Penyerang internasional Spanyol itu lantas menambahkan perihal strategi yang bakal diterapkan timnya di pertandingan nanti, yakni bertahan. Meski begitu, Liverpool tetap akan mencoba mencuri gol agar segera bisa membunuh Inter.

"Kami berharap akan bermain lebih ke dalam dan mencoba serangan balik, dan walaupun kami tahu Inter adalah tim yang bagus, gol pertama selalu penting. Kalau kami mencetak gol lebih dulu, akan sulit buat mereka untuk mencetak empat gol," pungkas Torres.

UEFA Champions 2008 : Jelang Inter vs Liverpool

Liverpool - Menang 2-0 dari Inter Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions bikin Liverpool di atas angin. Saat bertamu ke San Siro, mereka pun hanya akan bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Mencetak dua gol tanpa balas di Anfield pada pertemuan pertama, The Reds saat ini lebih diunggulkan daripada Inter untuk maju ke babak perempatfinal.

Dalam leg kedua, Rabu (12/3/2008) dinihari WIB, Fernando Torres cs tetap akan menyusul tiga klub Inggris lainnya yang sudah terlebih dulu lolos, kalaupun mengalami kekalahan 0-1, atau bahkan 1-3 dari Nerazzuri. Percaya diri? Jelas.

Apalagi tim besutan Rafael Benitez tersebut juga mendapat suntikan moral tambahan usai menang besar 3-0 atas Newcastle United di ajang Premiership pekan lalu, untuk kembali bercokol di posisi empat klasemen.

"Sekarang kami bisa menatap laga lawan Inter Milan dengan kepercayaan diri. Ini adalah pertandingan penting buat kami, dan kami harus menjaga performa ini terus berjalan," tukas Torres seperti dilansir Goal, Senin (10/3/2008).

"Kami yakin bisa (memastikan) lolos di San Siro. Kami membuat kemenangan luar biasa atas Inter di Anfield, dan kami tahu kalau kami bisa mencetak gol di Milan nanti, itu akan membuat mereka sangat kepayahan, karena sekarang sudah tertinggal 2-0. Mereka adalah salah satu tim terhebat di Eropa, tapi kami percaya diri," lanjut Torres.

Penyerang internasional Spanyol itu lantas menambahkan perihal strategi yang bakal diterapkan timnya di pertandingan nanti, yakni bertahan. Meski begitu, Liverpool tetap akan mencoba mencuri gol agar segera bisa membunuh Inter.

"Kami berharap akan bermain lebih ke dalam dan mencoba serangan balik, dan walaupun kami tahu Inter adalah tim yang bagus, gol pertama selalu penting. Kalau kami mencetak gol lebih dulu, akan sulit buat mereka untuk mencetak empat gol," pungkas Torres.

Doni Tata Finis Diposisi 17

Losail - Doni Tata berhasil mencapai garis finis di lomba kelas 250cc GP Qatar. Satu-satunya wakil Indonesia itu melewati ujian awalnya di ajang balap motor tingkat dunia.

Dalam balapan malam yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (10/3/2008) dinihari WIB, Doni menyelesaikan lomba di peringkat 17. Meski di posisi buncit, remaja 17 tahun itu masih lebih baik dari enam pembalap lain yang tidak finis.

Dari rilis yang diterima detiksport dari Team Yamaha Pertamina Indonesia, sebelum start kelas 250cc, Doni mendapatkan suntikan semangat dari ratusan warga Indonesia yang datang ke Losail. Bendera "Merah Putih" terlihat dikibarkan di tribun.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar Rozy Munir, beserta istri, juga terlihat mengujungi pit Yahama Pertamina untuk memberi dukungan moral untuk anak kelahiran Sleman, Yogyakarta, itu.

Doni pun merasa perlu berterimakasih dengan datangnya dukungan untuk dirinya. "Sangat menyenangkan berada di grid dengan banyak orang Indonesia di tribun utama dan mendukung saya. Itu sangat memacu saya," ujar pemuda 18 tahun tersebut.

"Saya berhasil melakukan start yang cukup bagus. Tapi kemudian saya tak sengaja menginjak persneling dan membuatnya masuk ke gigi 2 terlalu cepat. Putaran mesin turun dan beberapa pembalap melewati saya di tikungan pertama," tutur Doni menceritakan pengalamannya.

"Tapi mereka pasti akan menyusul saya di kemudian waktu. Saya membalap sendirian. Bagaimanapun saya senang bisa menyelesaikan balapan ini," girang Doni.

Kegembiraan serupa juga ditunjukkan oleh Franz-Josef Schlogl, direktur teknis tim Yamaha Pertamina Indonesia.

"Kami semua senang motor berjalan baik dan Doni menjalani lomba yang bagus. Fakta bahwa dia tidak di-overlap oleh pembalap di depan menunjukkan Doni melakukan pekerjaannya dengan baik," cetus Schlogl.

Hasil yang diraih kali ini menjadi bukti kesuksesan Doni melewati ujian awal rangkaian balap kelas 250cc tahun 2008. Di seri berikut di Jerez, Spanyol, 30 Maret, Doni diharapkan mampu memperbaiki penampilannya.

"Jelas dia harus belajar banyak, sama seperti kami dalam mengembangkan motor. Kami harus sabar dan melakukannya langkah demi langkah. Finis di sebuah GP selalu menyenangkan," tutup Schlogl.

Hasil GP 250cc
1. Mattia Pasini Aprilia 40:16.202
2. Hector Barbera Aprilia + 0.557
3. Mika Kallio KTM + 1.029
4. Alex Debon Aprilia + 1.418
5. Yuki Takahashi Honda + 12.944
6. Alvaro Bautista Aprilia + 14.480
7. Karel Abraham Aprilia + 16.721
8. R.Locatelli Gilera + 18.987
9. Aleix Espargaro Aprilia + 32.232
10. Hector Faubel Aprilia + 41.102
11. Julian Simon KTM + 41.457
12. Fabrizio Lai Gilera + 41.694
13. R.Wilairot Honda + 43.192
14. Manuel Poggiali Gilera + 44.228
15. Thomas Luthi Aprilia + 48.760
16. Hiroshi Aoyama KTM +1:11.031
17. D.T.Pradita Yamaha +2:05.461.

Sumber : Detiksport.com

Doni Tata Finis Diposisi 17

Losail - Doni Tata berhasil mencapai garis finis di lomba kelas 250cc GP Qatar. Satu-satunya wakil Indonesia itu melewati ujian awalnya di ajang balap motor tingkat dunia.

Dalam balapan malam yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (10/3/2008) dinihari WIB, Doni menyelesaikan lomba di peringkat 17. Meski di posisi buncit, remaja 17 tahun itu masih lebih baik dari enam pembalap lain yang tidak finis.

Dari rilis yang diterima detiksport dari Team Yamaha Pertamina Indonesia, sebelum start kelas 250cc, Doni mendapatkan suntikan semangat dari ratusan warga Indonesia yang datang ke Losail. Bendera "Merah Putih" terlihat dikibarkan di tribun.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar Rozy Munir, beserta istri, juga terlihat mengujungi pit Yahama Pertamina untuk memberi dukungan moral untuk anak kelahiran Sleman, Yogyakarta, itu.

Doni pun merasa perlu berterimakasih dengan datangnya dukungan untuk dirinya. "Sangat menyenangkan berada di grid dengan banyak orang Indonesia di tribun utama dan mendukung saya. Itu sangat memacu saya," ujar pemuda 18 tahun tersebut.

"Saya berhasil melakukan start yang cukup bagus. Tapi kemudian saya tak sengaja menginjak persneling dan membuatnya masuk ke gigi 2 terlalu cepat. Putaran mesin turun dan beberapa pembalap melewati saya di tikungan pertama," tutur Doni menceritakan pengalamannya.

"Tapi mereka pasti akan menyusul saya di kemudian waktu. Saya membalap sendirian. Bagaimanapun saya senang bisa menyelesaikan balapan ini," girang Doni.

Kegembiraan serupa juga ditunjukkan oleh Franz-Josef Schlogl, direktur teknis tim Yamaha Pertamina Indonesia.

"Kami semua senang motor berjalan baik dan Doni menjalani lomba yang bagus. Fakta bahwa dia tidak di-overlap oleh pembalap di depan menunjukkan Doni melakukan pekerjaannya dengan baik," cetus Schlogl.

Hasil yang diraih kali ini menjadi bukti kesuksesan Doni melewati ujian awal rangkaian balap kelas 250cc tahun 2008. Di seri berikut di Jerez, Spanyol, 30 Maret, Doni diharapkan mampu memperbaiki penampilannya.

"Jelas dia harus belajar banyak, sama seperti kami dalam mengembangkan motor. Kami harus sabar dan melakukannya langkah demi langkah. Finis di sebuah GP selalu menyenangkan," tutup Schlogl.

Sumber : Detiksport.com

All England 2008 Nova/Liliyana Gagal Maning Raih Gelar...

Nova Widianto dan Liliyana Natsir gagal raih gelar ganda campuran All England 2008. Pasangan terbaik Indonesia ini kalah oleh Zheng Bo dan Gao Ling di final, Minggu siang.

Menang di set pertama 21-18, namun pasangan terbaik Indonesia itu kalah di set berikutnya 21-14, dan 21-9.

“Di set kedua dan ketiga, kami terbawa permainan lawan,” kata Liliyana Natsir, usai pertandingan, kepada Heyder Affan dari BBC.

Dalam All England 2008 ini, pasangan Nova/Liliyana masuk dalam pemain unggulan. Mereka adalah ganda terbaik nomor 2 di dunia, di bawah lawan mereka di final, Zheng Bo/Gao Ling.

Sebelum All England, Nova/Liliyana sudah lebih dari empat kali bertemu Zheng Bo/Gao Ling. Pasangan Indonesia terakhir menang di Super Series di Hongkong 2007, namun mereka kalah di Jepang terbuka di tahun yang sama.

Menguasai pertandingan

Di pertandingan final Minggu siang, Nova/Liliyana “menguasai permainan” pada set pertama. Semula tertinggal 5 angka, mereka mampu mengejar, dan menang 21-18. Namun di set kedua, Zheng/Gao balik menguasai permainan, dan Nova/Liliyana berulangkali menjatuhkan bola di net. 21-14 untuk pasangan China.

Harapan bangkit di set ketiga, ternyata tidak tampak pada Nova/Liliyana. Gelar satu-satunya itu akhirnya terbang, setelah Zheng/Gao menyudahi set terakhir ini dengan angka 21-9.

“Kita pada set pertama main dengan pola cepat, dan lawan terperdaya. Nah, di set berikutnya, lawan ubah pola. Mereka perlambat tempo, sementara kita masuk dalam jebakan mereka,” kata salah-seorang pelatih ganda campuran, Aryono Miranat.

Liliyana mengaku terbawa permainan lawan. “Kita terlambat mengubah permainan. Kita tidak antisipasi itu. Sehingga kita terbawa pola permainan mereka,” kata Liliyana Natsir, usai pertandingan.

Lin Dan kalah

Di tunggal putra yang mempertemukan sesama pemain China, Chen Jin, yang berada di urutan 3 dunia, menyudahi “mimpi” pemain terbaik dunia saat ini, Lin Dan, untuk menyabet gelar All England kelima kalinya. Dia kalah dua set langsung 22-20, 25-23.

Di set pertama, kedua pemain bermain ketat dan saling susul. Namun akibat kesalahan Lin Dan yang acap kesulitan mengembalikan bola-bola panjang Chen Jin, dia akhirnya kalah 22-20. “Lutut saya nyerih sekali. Ini luka lama, dan baru pagi ini kambuh lagi,” kata Lin Dan, usai pertandingan.

Pertandingan juga berjalan ketat di set kedua, tapi Chen Jin mengunci kemenangan menjadi 25-23.

Chen Jin, yang pertama kali menyabet gelar juara All England, menyambut kemenangan ini dengan begitu gembira. “Saya sungguh gembira. Saya sudah menduga, saya mampu mengalahkan Lin Dan di turnamen,”katanya, usai pertandingan.

Hasil lainnya di tunggal putri, pemain Denmark Tine Rasmussen merebut gelar juara All England, untuk pertama kalinya. Didukung mayoritas penonton, Tine menyudahi peringkat 3 dunia asal China, Lu Lan, dalam pertandingan yang ketat, 21-11, 18-21, dan 22-20.

Sumber : BBC Online

All England 2008 Nova/Liliyana Gagal Maning Raih Gelar...

Nova Widianto dan Liliyana Natsir gagal raih gelar ganda campuran All England 2008. Pasangan terbaik Indonesia ini kalah oleh Zheng Bo dan Gao Ling di final, Minggu siang.

Menang di set pertama 21-18, namun pasangan terbaik Indonesia itu kalah di set berikutnya 21-14, dan 21-9.

“Di set kedua dan ketiga, kami terbawa permainan lawan,” kata Liliyana Natsir, usai pertandingan, kepada Heyder Affan dari BBC.

Dalam All England 2008 ini, pasangan Nova/Liliyana masuk dalam pemain unggulan. Mereka adalah ganda terbaik nomor 2 di dunia, di bawah lawan mereka di final, Zheng Bo/Gao Ling.

Sebelum All England, Nova/Liliyana sudah lebih dari empat kali bertemu Zheng Bo/Gao Ling. Pasangan Indonesia terakhir menang di Super Series di Hongkong 2007, namun mereka kalah di Jepang terbuka di tahun yang sama.

Menguasai pertandingan

Di pertandingan final Minggu siang, Nova/Liliyana “menguasai permainan” pada set pertama. Semula tertinggal 5 angka, mereka mampu mengejar, dan menang 21-18. Namun di set kedua, Zheng/Gao balik menguasai permainan, dan Nova/Liliyana berulangkali menjatuhkan bola di net. 21-14 untuk pasangan China.

Harapan bangkit di set ketiga, ternyata tidak tampak pada Nova/Liliyana. Gelar satu-satunya itu akhirnya terbang, setelah Zheng/Gao menyudahi set terakhir ini dengan angka 21-9.

“Kita pada set pertama main dengan pola cepat, dan lawan terperdaya. Nah, di set berikutnya, lawan ubah pola. Mereka perlambat tempo, sementara kita masuk dalam jebakan mereka,” kata salah-seorang pelatih ganda campuran, Aryono Miranat.

Liliyana mengaku terbawa permainan lawan. “Kita terlambat mengubah permainan. Kita tidak antisipasi itu. Sehingga kita terbawa pola permainan mereka,” kata Liliyana Natsir, usai pertandingan.

Lin Dan kalah

Di tunggal putra yang mempertemukan sesama pemain China, Chen Jin, yang berada di urutan 3 dunia, menyudahi “mimpi” pemain terbaik dunia saat ini, Lin Dan, untuk menyabet gelar All England kelima kalinya. Dia kalah dua set langsung 22-20, 25-23.

Di set pertama, kedua pemain bermain ketat dan saling susul. Namun akibat kesalahan Lin Dan yang acap kesulitan mengembalikan bola-bola panjang Chen Jin, dia akhirnya kalah 22-20. “Lutut saya nyerih sekali. Ini luka lama, dan baru pagi ini kambuh lagi,” kata Lin Dan, usai pertandingan.

Pertandingan juga berjalan ketat di set kedua, tapi Chen Jin mengunci kemenangan menjadi 25-23.

Chen Jin, yang pertama kali menyabet gelar juara All England, menyambut kemenangan ini dengan begitu gembira. “Saya sungguh gembira. Saya sudah menduga, saya mampu mengalahkan Lin Dan di turnamen,”katanya, usai pertandingan.

Hasil lainnya di tunggal putri, pemain Denmark Tine Rasmussen merebut gelar juara All England, untuk pertama kalinya. Didukung mayoritas penonton, Tine menyudahi peringkat 3 dunia asal China, Lu Lan, dalam pertandingan yang ketat, 21-11, 18-21, dan 22-20.

Sumber : BBC Online
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Topik Populer Bulan ini