5 Posting Terbaru

Kamis, 24 November 2011

Dapur Purba Markas "Chef" Suku Maya


Foxnews Latino
Ilustrasi dapur Suku Maya berusia 1000 tahun.

MEKSIKO, KOMPAS.com — Mungkin inilah penemuan arkeologis paling "lezat", sebuah dapur purba suku Maya yang berusia 1.000 tahun. Dapur purba yang ditemukan di wilayah Yucatan, pusat peradaban suku Maya, itu pastinya menjadi markas chef-chef terhebat pada masa itu.

Berukuran 40 x 14 meter, dapur itu adalah bagian dari sebuah istana. Ilmuwan memprediksi bahwa dapur itu aktif' tahun 750-950, periode suku Maya mencapai kejayaannya. Bukti adanya manusia di tempat ditemukannya dapur ini telah ada sejak tahun 300 SM.

Berdasarkan laporan Institut Nasional Sejarah dan Antropologi Meksiko (INAH), beragam panci dan artefak lainnya ditemukan di dapur itu. Para arkeolog juga menemukan bukti adanya bekas bara api yang memberi petunjuk adanya aktivitas memasak di daerah itu.

"Kami yakin ada banyak makanan yang dimasak di sana yang menjadi alasan mengapa peralatan masak berukuran besar. Ada banyak macamnya dan memiliki ukuran yang beragam sesuai keperluan," kata Lourdes Toscano, arkeolog INAH, seperti dikutip Foxnews, Kamis (17/11/2011).

Yang unik, peneliti tidak menemukan sedikit pun tulang belulang. Ini membuktikan bahwa sampah dari bahan makanan dibuang ke tempat di luar dapur. Wah, ternyata suku Maya, terutama yang di istana, sudah mengenal pengelolaan dapur.


Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/11/22/08582356/Dapur.Purba.Markas.Chef.Suku.Maya

Ancaman Tsunami dari Gunung Api

KOMPAS.com - Terdiri dari kepulauan, sebagian di antaranya pulau-pulau gunung api, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara paling rentan terdampak tsunami vulkanik. Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda pada tahun 1883, yang memicu tsunami raksasa, menjadi bukti tentang kondisi geologi Indonesia yang hiperaktif itu.

Petaka Krakatau 1883 telah membuka mata dunia bahwa kombinasi antara letusan gunung api dan tsunami bisa menjadi ancaman yang sangat mematikan. Tsunami ini merupakan tsunami vulkanik yang terbesar dan berdampak paling luas yang pernah tercatat dalam sejarah.

James E Begét, peneliti dari Alaska Volcano Observatory (2000), menyebutkan, dalam 250 tahun terakhir telah terjadi 90 tsunami yang diakibatkan gunung api, dan 25 persen di antaranya berdampak fatal terhadap kehidupan. Tsunami akibat gunung api yang tertua yang teridentifikasi terjadi saat letusan Gunung Santorini di Yunani pada 1638 sebelum Masehi. Kombinasi letusan gunung dan tsunami ini yang diduga menghancurkan peradaban Kreta.

Letusan Gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79, yang mengubur Pompeii, juga disusul gelombang tsunami. Tsunami besar juga terjadi di Jepang, saat Gunung Unzen meletus pada tahun 1792. Tinggi gelombang yang diduga terjadi karena longsoran saat Gunung Unzen meletus diperkirakan mencapai 55 meter, dan menewaskan lebih dari 10.000 jiwa.

Gegar Prasetya, peneliti dari Amalgamated Solution and Research (ASR), lembaga penelitian di bidang tsunami dan bencana alam, mengatakan, terdapat 18 gunung api di Indonesia yang berpotensi menimbulkan tsunami jika meletus. Dari 18 gunung api itu, hanya tiga gunung api yang memiliki data rinci dan terpantau perkembangannya saat ini. Ketiga gunung itu adalah Anak Krakatau di Selat Sunda, yang menyebabkan tsunami saat meletus tahun 1883; Tambora di Sumbawa, saat meletus tahun 1815; dan Banda Api di Laut Banda.

Selain tiga gunung itu, beberapa gunung api yang diduga kuat pernah menyebabkan tsunami di masa lalu, di antaranya, adalah Rokatinda di Pulau Flores, yang meletus tahun 1928; Pulau Ruang pada 1889, Pulau Awu pada 1856 dan 1892, Pulau Gamkonora pada 1673, dan Pulau Gamalama pada 1871.

Gunung Api Makian di Halmahera, Karangetan di Sangihe, dan Una-Una di Teluk Tomini juga diduga kuat pernah menyebabkan tsunami. Selain itu, gu- nung api bawah laut di sekitar Pulau Weh juga pernah mengirim tsunami hingga ke Banda Aceh.

"Pengetahuan kita tentang tsunami yang diakibatkan letusan gunung api masih sangat sedikit karena kejadiannya sudah sangat lama dan sedikitnya catatan. Kebanyakan, pengetahuan itu berasal dari sedimen tsunami," kata Gegar.

Menurut Gegar, potensi bencana tsunami yang dipicu letusan gunung api di Indonesia cukup tinggi karena banyaknya pulau gunung api aktif atau gunung-gunung api yang tubuh gunungnya berada di lautan.

Pelajaran Krakatau

Belajar dari letusan Krakatau tahun 1883, tsunami yang terjadi menyusul letusan gunung api bisa lebih mematikan. Tinggi gelombang dan jangkauan tsunami akibat letusan gunung api juga tak kalah tinggi dibandingkan dengan jika tsunami disebabkan gempa tektonik. Tsunami Krakatau mencapai ketinggian 30-40 meter di sepanjang pantai barat Banten dan pantai selatan Lampung.

Ahli gunung api dari Pusat Survei Geologi, Sutikno Bronto, mengatakan, tsunami yang disebabkan letusan Krakatau tahun 1883 merupakan salah satu yang terbesar yang pernah diperbuat gunung api, sehingga para ahli berlomba untuk mengkaji penyebab terjadinya tsunami tersebut. "Mengapa 1883 menimbulkan tsunami dan banyak korban di Selat Sunda? Mengapa di Katimbang banyak orang meninggal dan luka bakar?" kata Sutikno.

Sejauh ini, para ahli belum bersepakat tentang penyebab munculnya tsunami pascaletusan Krakatau. ”Setidaknya ada lima hipotesis yang dibuat terkait bagaimana tsunami itu terjadi,” kata Sutikno.

Hipotesis pertama, tsunami tersebut disebabkan oleh runtuhan. Setelah material letusan dilontarkan ke atas, kemudian jatuh ke bawah. "Jatuhnya material ke laut inilah yang diduga membentuk tsunami," kata Sutikno.

Adapun hipotesis kedua menyebutkan, letusan Krakatau telah menyebabkan terjadinya cekungan di dalam laut. Air laut masuk mengisi ke dalam kaldera dan kemudian membalik ke luar menjadi gelombang tsunami. Pendukung teori ini di antaranya Yokoyama (1981).

Longsoran gunung api ke arah tertentu (debris avalanche) merupakan hipotesis ketiga. ”Saat meletus, material letusan keluar dari samping tubuh gunung sehingga menimbulkan longsoran yang menyebabkan tsunami,” kata Indyo Pratomo, ahli geologi dari Museum Geologi Bandung.

Hipotesis keempat, tsunami Krakatau disebabkan karena awan panas yang masuk ke bawah laut. Naiknya suhu air laut secara tiba-tiba akibat limpahan awan panas ini menyebabkan terjadinya perubahan tekanan sehingga memicu terjadinya gelombang tsunami.

Hipotesis kelima juga menyebutkan tsunami Krakatau disebabkan awan panas. Bedanya, awan panas tidak masuk ke dalam air, tetapi merambat di atas permukaan air laut. Rambatan awan panas inilah yang memicu gelombang tsunami. Pendapat ini didukung ahli kelautan dan gunung api dari Universitas Rhode Island, Amerika Serikat, Haraldur Sigurdsson dan Steven Carey.

"Hipotesis ini dikuatkan kesaksian warga Katimbang yang terbakar awan panas. Awan panas itu merambat di atas air laut, sambil merambat juga memicu tsunami," kata Sutikno.

Anak Krakatau

Walaupun masih jadi kontroversi, tsunami yang menerjang pasca-letusan Krakatau telah disepakati sebagai faktor pembunuh terbesar saat gunung ini meletus pada tahun 1883 dan menewaskan 36.000 jiwa. Melihat dinamika ini, tsunami merupakan faktor penting yang harus dilihat dalam memitigasi Anak Krakatau yang saat ini tumbuh cepat dan membentuk tubuh gunung menyerupai leluhurnya, Krakatau.

Anak Krakatau tumbuh di tengah bekas letusan Krakatau, 1883. Pada tahun 2008, diameter Anak Krakatau telah mencapai 4 kilometer dengan ketinggian 273 meter. Gegar pernah membuat simulasi letusan dan tsunami dengan skenario runtuhnya tubuh gunung guna melihat potensi terjadinya tsunami berdasarkan diameter dan ketinggian gunung saat itu.

Lewat simulasi itu, dalam waktu 45 menit sebagian besar gelombang telah mencapai pesisir di sekitar Selat Sunda dan masuk ke Laut Jawa. Gelombang paling tinggi sekitar 9 meter menimpa Ujung Kulon. Sementara di sepanjang Anyer, Carita, dan Labuan, ketinggian gelombang 4 meter hingga 7 meter. Gelombang pertama yang mencapai lokasi-lokasi tersebut dalam waktu 28-60 menit. Di pesisir Sumatera, ketinggian gelombang 1,5 meter hingga 4 meter dan gelombang pertama yang mencapai pantai dalam waktu 18-66 menit.

Dalam simulasi itu terlihat betapa ketinggian gelombang dan waktu tempuhnya, terutama di barat Jawa, berpotensi menghancurkan dan menelan korban jiwa. Mitigasi terhadap tsunami bagi penduduk di pesisir pantai sekitar Selat Sunda menjadi keharusan. Apalagi daerah-daerah tersebut kini padat permukiman dan kegiatan perekonomian warga.

Menurut Gegar, dalam sejarahnya, Gunung Krakatau kemungkinan sudah beberapa kali menimbulkan tsunami saat meletus. Catatan pujanngga Jawa, Rongowarsito, juga menyebutkan, sekitar tahun 416, Krakatau purba meletus hebat dan mengirim tsunami hingga jauh ke pedalaman Lampung dan Pulau Jawa.


Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/11/21/08255293/Ancaman.Tsunami.dari.Gunung.Api

Ketika Jawa dan Sumatera Terpisah

KOMPAS.com - Para ahli telah bersepakat bahwa Pulau Jawa dengan Sumatera dulu menyatu. Bersama Kalimantan, kemudian membentuk dataran yang disebut Sunda Besar. Pemisahan Jawa dan Sumatera diyakini adalah akibat gerakan lempeng Bumi, walaupun tak sedikit yang berpendapat bahwa letusan Gunung Krakatau sebagai penyebab pemisahan ini.

Pendapat yang mendukung pemisahan Jawa dan Sumatera karena letusan Krakatau biasanya mengacu pada Pustaka Raja Purwa, yang ditulis pujangga Jawa, Ronggowarsito, pada tahun 1869. Dalam buku ini dikisahkan, letusan Gunung Kapi—yang belakangan diidentifikasi sebagai Gunung Krakatau—menjadi penyebab pemisahan Pulau Jawa dan Sumatera. Peristiwa ini disebutkan terjadi pada tahun 416 Masehi.

Peneliti dari Los Alamos National Laboratory (New Mexico), Ken Wohletz, termasuk yang mendukung tentang kemungkinan letusan besar Krakatau purba hingga memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera. Dia membuat simulasi tentang skenario letusan super. Namun, berbeda dengan Ronggowarsito, Ken menyebutkan, letusan itu kemungkinan terjadi puluhan ribu tahun lalu.

Melalui penanggalan karbon dan radioaktif, para ahli geologi memastikan bahwa Krakatau pernah beberapa kali meletus hebat. "Sepertinya pembentukan Selat Sunda tidak mungkin karena sebuah letusan tunggal besar, seperti ditulis dalam legenda (Pustaka Raja Purwa) itu. Setidaknya ada dua periode letusan besar di Krakatau, tetapi itu sekitar ratusan bahkan ribuan tahun lalu, tidak pada tahun 416 Masehi," sebut Zeilinga de Boer dan Donald Theodore Sannders dalam Volcanoes in Human History, 2002.

Walaupun pencatatan Ronggowarsito tentang waktu letusan masa lalu Krakatau diragukan ketepatannya, pujangga ini barangkali benar soal "pemisahan" Pulau Jawa dengan Sumatera yang berkaitan erat dengan letusan Krakatau. Namun, pemisahan Jawa dan Sumatera sepertinya bukan karena letusan Krakatau. Sebaliknya, Krakatau terbentuk karena pemisahan kedua pulau ini sebagai produk gerakan tektonik di dalam Bumi.

Geolog dari Museum Geologi, Indyo Pratomo, mengatakan, pemisahan Jawa dan Sumatera terjadi karena gerakan tektonik. ”Pulau Jawa dan Sumatera bergerak dengan kecepatan dan arah yang berbeda akibat tumbukan lempeng Indo-Australia ke Euro-Asia. Perbedaan ini menyebabkan terbukanya celah di dalam Bumi,” kata Indyo.

Sebagaimana Indyo, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono juga meyakini proses tektoniklah yang membentuk Krakatau. Pulau Jawa, menurut Surono, bergerak ke arah timur dengan kecepatan sekitar 5 sentimeter (cm) per tahun, sedangkan Pulau Sumatera bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 7 cm per tahun. Proses ini menyebabkan Pulau Sumatera bergerak ke arah utara dan meninggalkan Pulau Jawa sehingga membuka kerak Bumi di Selat Sunda.

Sejauh ini, Sumatera telah berputar sekitar 40 derajat dibandingkan Jawa. Jelle Zeilinga dan Donald Theodore menyebutkan, separuh dari putaran ini terjadi dalam waktu dua juta tahun. Perputaran ini menyebabkan adanya perenggangan di antara dua pulau, menjadi jalan bagi batu yang meleleh, atau magma, untuk keluar di sepanjang zona rekahan Krakatau, sehingga membentuk tubuh gunung ini dari dasar laut.

Penyaluran energi

Surono mengatakan, letusan gunung api pada prinsipnya terjadi sebagai bentuk penyaluran energi dari bawah Bumi yang dikumpulkan oleh gerakan lempeng Bumi. Selain berupa letusan gunung api, energi ini juga bisa dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

"Letusan gunung api dan gempa bumi biasanya saling mengisi," katanya. Di Sumatera, energi dari gerakan lempeng lebih banyak disalurkan dalam bentuk tingginya intensitas gempa di sepanjang Sesar Besar Sumatera. "Kondisi ini menyebabkan di Sumatera tidak ada lagi letusan gunung api yang berskala besar."

Letusan supervolcano Toba yang mengubah Bumi, terakhir terjadi sekitar 74.000 tahun lalu. "Saat itu, mungkin sesar besar Sumatera kondisinya tidak seaktif sekarang sehingga akumulasi energinya dilepaskan dalam bentuk letusan gunung api Toba," kata Surono.

Sebaliknya, di Pulau Jawa, intensitas gempa darat relatif sedikit dibandingkan Sumatera. Namun, letusan gunung apinya relatif lebih sering. "Energi yang dikumpulkan dari tumbukan lempeng kebanyakan disalurkan dalam bentuk letusan gunung karena sesar darat di Jawa tidak ada yang besar," katanya.

Bagaimana dengan Krakatau yang berada di antara dua sistem geologi Jawa dan Sumatera yang berbeda ini?

Krakatau yang berada di titik engsel antara Pulau Jawa dan Sumatera menjadi unik. Ditambah lagi dengan keberadaan lautan yang mengelilingi pulau gunung api ini, Krakatau menjadi sangat berbahaya. Jika terjadi kebocoran dan air laut menembus ke dalam Bumi hingga mendekati kantong magma yang mendidih, letusan besar bisa terjadi. Padahal, jika terjadi letusan besar, kemungkinan terjadinya tsunami juga sangat tinggi.

Kemunculan kembali Anak Krakatau dari dalam laut pada tahun 1930-an, setelah letusan besar pada Agustus 1883 dan menghancurkan nyaris seluruh tubuh pulau gunung api ini, menandakan aktivitas tektonik yang menyuplai magma terus terjadi. Akankah Anak Krakatau menjadi seperti "ibunya" yang meletus hebat, mengirim tsunami besar sehingga menewaskan lebih dari 36.000 jiwa?

Geolog dan juga penulis buku populer, Simon Winchester (2003), menyebutkan, proses-proses yang mengarah pada kejadian petaka tahun 1883 tidak bisa dihentikan. Selama proses subduksi atau penunjaman lempeng masih terjadi, selama itu pula pasokan energi dan magma ke Krakatau masih akan terus terkumpul.

Masalahnya, kita tidak akan pernah tahu kapan dan seberapa kuat gunung api akan meletus. "Kalau ada alat yang dapat meramalkan letusan gunung api akan saya beli semua. Termasuk penjualnya," Surono berkelakar. "Kita tidak bisa melawan alam. Akan tetapi, yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita membangun sistem mitigasi bencana yang kuat dan menyiapkan masyarakat untuk terus waspada," lanjutnya.

Kamis, 03 November 2011

Gempa 6,7 SR Bayangi Lembang

Tiga ahli geologi dari Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan pengamatan di sekitar Patahan/sesar Lembang di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Pikiran Rakyat Online

TEMPO Interaktif
, - Eko Yulianto terus mendengarkan omongan guru geografi di sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di kawasan Langensari, Kecamatan Lembang, Bandung, tentang letak sesar Lembang. "Sesar Lembang letaknya jauh dari sini, di selatan Bandung," kata sang guru.

Lantas dia menanyakan hal serupa kepada murid dan guru sekolah dasar di Langensari. Jawabannya seragam: tidak tahu sesar Lembang atau sesar itu letaknya di Pasar Lembang.

Eko, yang menjadi peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menceritakan pengalamannya itu kepada peserta lokakarya tentang bencana kegempaan dan gunung berapi. Lokakarya ini diselenggarakan LIPI dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta pada Jumat, 28 Oktober 2011.

Peneliti LIPI yang empat tahun terakhir meneliti sesar atau patahan Lembang itu miris melihat minimnya pengetahuan masyarakat. Padahal, kata Eko--doktor lulusan Universitas Hokkaido--sekitar 50 meter dari SD dan SMP di Langensari tersebut, terdapat bukit yang menandakan keberadaan sesar Lembang. Tumbukan antarlempeng atau aktifnya sesar dapat menjadi penyebab gempa besar.

Pada 28 Juli 1976, sesar di bawah daerah Thangsan, Cina, aktif. Terjadi gempa yang menewaskan 240 ribu jiwa. Gempa di Iran pada 1990 juga terjadi akibat pergeseran sesar yang menelan 40 ribu jiwa. Sesar juga memicu gempa di Armenia pada 1998 dan menewaskan 25 ribu jiwa.

Gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006, yang episentrumnya di Pantai Selatan, mengaktifkan sesar Opak dan sejumlah sesar kecil lainnya. Rumah dan bangunan lain hancur di sepanjang sesar Opak yang membentang dari Kabupaten Bantul di Yogyakarta hingga kawasan Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lebih dari 5.800 warga yang tinggal di perkampungan padat penduduk di Bantul dan Klaten tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitude moment (Mw). Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, mencatat gempa ini menyebabkan pergeseran sesar Opak sepanjang 60 sentimeter.

Apakah sesar Lembang--yang panjangnya 22 kilometer dari Cisarua di barat hingga Gunung Palasari di timur--aktif? Apakah ada konektivitasnya dengan sesar Cimandiri, yang berada di selatan, dan sesar Baribis di bagian barat? "Sesar Lembang bergerak dengan kecepatan 2-4 milimeter per tahun," kata Irwan, doktor lulusan Universitas Nagoya, dalam presentasinya pada Lokakarya LIPI-JICA, Jumat pekan lalu.

Irwan dan peneliti dari Jepang menggunakan teknologi global positioning system untuk memetakan deformasi di Jawa Barat dan Aceh. Kerja sama ilmuwan Indonesia dengan Jepang ini juga mencatat laju geser sesar Cimandiri sepanjang 4-6 milimeter tiap tahun. Sesar Cimandiri membentang dari Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, terus mengikuti Sungai Cimandiri ke arah timur laut sampai Lembang.

Riset Irwan dan kawan-kawan ini didukung penelitian sejarah gempa purba oleh Eko. Dia melakukan pengeboran di Pasir Sereh, Cihideung, untuk meneliti endapan sag-pond. Dari temuannya, Eko menemukan, sekitar 2000 tahun silam, sesar Lembang menyebabkan gempa berkekuatan 6,8 Mw. Gempa dengan kekuatan 6,6 Mw terjadi lagi pada 500 tahun lampau.

"Jika pernah terjadi gempa, akan berulang," kata Eko, mengutip teori gempa. Jika demikian, apakah pengulangan gempa di sesar ini sekitar 1.500 tahun? Andai kata demikian, berarti sesar ini akan bergeser lagi pada 2000-an Masehi. Eko buru-buru menepisnya. Menurut dia, kita perlu meneliti sejarah gempa sebelum 2000 tahun silam. Selain itu, diperlukan alat lebih banyak untuk akurasi data.

Gempa berkekuatan 6,8 dan 6,6 Mw yang pernah terjadi di Lembang bisa dibilang besar. Seukuran gempa Yogyakarta 2006 dan gempa Liwa di Kabupaten Lampung Barat pada 15 Februari 1994. Wakil Ketua LIPI Herry Harjono, yang pernah meneliti gempa Liwa, menggambarkan bahwa kerusakan akibat gempa karena dipicu oleh aktifnya sesar Semangko. "Hampir semua bangunan permanen di Liwa rata dengan tanah," kata Herry, yang menjadi koordinator penelitian kegempaan dan gunung api antara LIPI dan JICA.

Ancaman kerusakan di Lembang juga tinggi. Menurut Eko, kawasan cekungan Bandung terbentuk dari pengendapan danau purba. Tanahnya berusia muda dan lunak sehingga rawan bagi bangunan yang berada di atasnya. Hal itu terbukti dari gempa Cisarua (ujung barat sesar Lembang) yang terjadi pada 28 Agustus lalu. Ada 103 rumah yang retak-retak hanya dengan gempa berkekuatan 3,3 skala Richter selama 3 detik.

Eko, yang meninjau lokasi gempa, menemukan banyak rumah dibangun dengan dinding batako. "Rumah-rumah dibangun tanpa tiang-tiang besi beton dengan kualitas adukan atau semen yang rendah," kata Budi Brahmantyo, dosen ITB dan koordinator kelompok riset cekungan Bandung.

Herry berharap pemerintah daerah secepatnya melakukan sosialisasi dan membuat kebijakan. "Untuk mengurangi risiko bencana," katanya. Pada 16 November nanti, Eko dan koleganya bakal melakukan sosialisasi kepada pejabat di Kabupaten Bandung Barat. Mudah-mudahan mereka paham bahwa monster yang mengerikan ada di wilayahnya dan harus dari sekarang bersiap siaga.(UNTUNG WIDYANTO)

Kamis, 25 Agustus 2011

7 Ritual kedewasaan yg unik & berbahaya dari seluruh dunia

1. Bullet ant Glove Satere-Mawe - Amazon, Brazil
Jauh didalam pedalaman hutan Amazon ada sisi menarik dari ritual kedewasaan dari suku Satere-Mawe

Para pemuda dari suku Satere- mawe harus memasukkan tangan ke dalam "sarung tangan" yg terbuat dari anyaman yg penuh dengan semut peluru (bullet ant) untuk mencapai kedewasaan mereka. Dan hal itu dilakukan selama kurang lebih 10 menit tanpa boleh berteriak dan dilakukan selama berulang kali, bahkan bisa mencapai 20 kali.

Semut2 diletakkan di sarung tangan yang terbuat dari anyaman tumbuhan, dengan taring sengat mengarah ke dalam.
Sebelumnya semut2 tsb telah di berikan cairan yg membuat semut2 tak sadarkan diri . Setelah semut2 tsb sadar, dimulailah ritual tsb.

Menurut “schmidt sting pain index” Semut peluru dari amazon terkenal mempunyai sengat paling menyakitkan di antara semua semut2 jenis lain yg ada di seluruh dunia. Kulit akan terasa terbakar apabila terkena sengatan semut ini dan rasa nyeri sengatan tersebut akan bertahan selama 24 jam.

2. Land Diving Vanuatu, negara kepulauan pasifik selatan
Bungee jumping, semua orang pasti sudah mengenal olahraga ekstrem ini, tapi Di Vanuatu, bungee jumping tersaji lain dari yg biasanya kita jumpai.

Pada musim panen sekitar bulan2 april - mei, diselenggarakan Sebuah ritual kedewasaan oleh suku Vanuatu di pulau pasifik. Dimana Para pemuda yg beranjak dewasa diharuskan memanjat konstruksi tiang2 kayu setinggi 30 meter bahkan lebih, lalu melompat dari atas dengan kecepatan jatuh kurang lebih 72km/h

Yang menahan mereka hanyalah seutas tanaman merambat yg dibuat menjadi sebuah tali tambang panjang yg hanya di ikat di kedua kakinya. Salah perhitungan berarti nyawa melayang!

Parahnya lagi, dalam ritual ini KEPALA HARUS SETIDAKNYA MENYENTUH TANAH!!!

Ritual ini telah ada setidaknya sejak 15 abad yg lalu, ritual ini bertujuan untuk persembahan bagi dewa2 mereka atas panen yg melimpah dan juga untuk mempersiapkan para pemuda2 matang menjadi laki2 sejati.

3. Bull Jumping Hamar - Ethiopia
pernikahan adalah suatu peristiwa yg sangat didambakan bagi pasangan yg sedang di mabuk cinta.

bagi suku hamar di ethiopia, dalam ritual melamar calon pengantin wanita, para pria di wajibkan mengikuti syarat tertentu kepada calon mempelai pria. yaitu para pria diharuskan melompati kerbau2 yg sedang bergerak dalam keadaan tanpa busana.

empat kerbau harus dilompati dan kemudian kembali lagi ke kerbau pertama, barulah setelah itu si ayah mertua merestui pernikahan mereka

4. Mardudjara circumcision - aborigin Australia
sunat!, agan2 disini pasti ada yg pernah merasakan di sunat, orang2 tua bilang rasanya mirip digigit semut(bohong nih...hehehe).

Ritual sunat bagi suku Mardudjara agak sedikit berbeda dari biasanya.

Ketika para pemuda suku Mardudjara sudah mendekati umur dewasa, para pemuda tersebut di haruskan bersunat, yaitu sekitar umur 15 - 16 tahun.

Dalam ritual sunat ini sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun, kemudian dada si pemuda tsb di duduki oleh kepala suku dgn menghadap ke arah kemaluan si pemuda tsb. Kemudian kulit anunya di potong dgn menggunakan pisau yg sudah dijampi2.

Tapi Proses ritual tidak berhenti sampai disini

Setelah proses pemotongan tsb selesai si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk membuka mulut, dan kemudian si pemuda di haruskan menelan kulit anu nya sendiri tanpa harus dikunyah.

5. Maasai warrior – Kenya, Tanzania
Para pemuda suku Maasai Kenya dan Tanzania memiliki serangkaian Ritual peralihan yang membawa anak laki-laki menuju kedewasaan. sekitar umur 10 atau 15 tahun yg akan dijadikan prajurit2 yg baru.
Malam sebelum upacara, setiap anak laki-laki tsb akan dibawa tidur di hutan dan kembali pada waktu fajar.
Setelah kembali ke perkampungan, Mereka di haruskan minum susu yg di campur dgn darah sapi dan kemudian di sunat.

Setelah disunat, semua suku Maasai akan menganggap dia seorang pria, pahlawan, dan pelindung dari desanya.

sumber: http://berita-apa-aja.blogspot.com/2010/09/7-ritual-kedewasaan-yg-unik-dan.html

Alasan Mengapa Kurma Menjadi Andalan Buka Puasa

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUw1tqkiHkoyQOiUZw6DzeSq10mOXMPNUSZvA0I611Xt1OtrDUJDpkgzZB1FPwXjJz99t_gCF5jcG-UjNhBv8HeU-puLLw_z6nK6edSEhEU6dxvWk8UeRphAWNMyHdQJaHEYRKI0NuoSzL/s320/kurma+ajwa.bmp
Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSRqQNqhbRZERdGxiJdgI4OPvd0ORqojlu8gqQbqZ71wSObr22DaxCKIE7ItzSH0HBpvHcJRc6_MYbTs61OchfqX6pefMZE16_0UdWS5-eFJpTl3HC4lBjJxIfzj9HlxrTNR-edbddeOwF/s400/kurma001
Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.


sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/mengapa-kurma-menjadi-andalan-buka.html

9 Menara Terunik di Dunia

1. Aqua - USA

Dibangun di Chicago dan selesai pada tahun 2009.

2. Chicago Spire - USA

Akan menjadi salah satu bangunan TERTINGGI di dunia dan selesai pada tahun 2010.

3. CCTV Headquarters - China

Salah satu bangunan yg dipersiapkan menjelang Olimpiade Beijing 2008

4. Penang Global City Center - Malaysia


Lokasinya akan di bangun di Penang Island dan diperkirakan pembangunannya butuh waktu paling sedikit 15 tahun.

5. Gazprom Headquarters - Russia

Salah satu bangunan raksasa dengan tinggi kurang lebih 300 meter (glass flame) dan akan memantulkan warna kurang lebih 10 kali, tergantung dari posisi matahari pada saat itu. Beberapa penduduk lokal yg kurang senang dengan adanya bangunan tersebut menjulukinya “corn on the cob”.

6. Burj Dubai - Dubai

Diperkirakan tinggi bangunannya sekitar 818 meter dan akan menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia (antenna paling atas bangunan tidak dihitung).

7. Rusia Tower - Rusia



8. Reggata Hotel - Jakarta


Indonesia pun bakal mempunyai bangunan megah nan unik di Jakarta dengan desain Arsitektur yang agak kontroversial.

9. Residence Antilia - India

Pembangunannya sudah dimulai di India, mirip seperti rak cd dari tumpukan batu yg unik.

sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Topik Populer Bulan ini