Krisis
ekonomi yang melanda benua Eropa dampaknya semakin meluas. Selama ini
isu krisis finansial di media-media Eropa selalu terfokus pada
negara-negara wilayah selatan benua itu. Benak kita dipenuhi nama-nama
negara semacam Yunani, Spanyol dan Portugal.
Tahun
lalu, Badan statistik Eropa, Eurostat dalam laporan mengungkapkan
meningkatnya angka kemiskinan di negara-negara Uni Eropa. Dilaporkan
sedikitnya 81 juta warga dari 27 negara anggota zona itu terancam
miskin. Ironisnya, 19 juta di antaranya berasal dari kalangan anak-anak.
Jumlah warga miskin itu mengambil porsi 17 persen dari total populasi
penduduk Eropa. Selain itu, Eropa juga masih memiliki 42 juta orang
lainnya dengan kemampuan finansial sangat minim sampai-sampai tidak
mampu membayar tagihan ataupun menghangatkan rumahnya sewaktu musim
dingin.






